Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BRI. Foto:  Investor Daily/DAVID

Bank BRI. Foto: Investor Daily/DAVID

Kultur Jadi Kunci Perusahaan Bisa Eksis dan Bertahan Lama

Kamis, 29 Juli 2021 | 10:02 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Pengamat bisnis dari Inventure Yuswohady mengatakan, ada hal yang paling mendasar agar perusahaan bisa bertahan lama, meski pandemi melanda. Hal tersebut adalah kultur atau core values yang kuat. Bentuk kultur ini bermacam-macam, misalnya inovatif, adaptif, punya operational excellence, dan kolaboratif.

“Jika perusahaan sudah berusia lebih dari 50 tahun, fondasi yang paling mendasar adalah kultur. Biasanya kalau perusahaan tersebut bertahan, kultur mereka sebetulnya sudah terbentuk. Kultur itulah yang juga menjadi landasan untuk bisa melanjutkan transformasi secara terus-menerus. Masalah strategi, digitalisasi, dan operasional memang penting, tetapi yang paling mendasar adalah kultur yang sudah terbentuk,” ujarnya, Kamis (29/7).

Meskipun begitu, lanjut Yuswohady, bukan berarti kultur adalah sesuatu yang sengaja dibentuk. Menurutnya, kultur itu mau diarahkan atau tidak, pasti akan terbentuk. Dan, dia menduga perusahaan yang disebut “Living Legend” ini membentuk kultur dengan evolving. Artinya, kultur ini dibentuk oleh karakter pendiri atau leader yang kuat, sehingga ia bisa mewarnai nilai-nilai yang ada di dalam organisasi.

Memang tidak banyak perusahaan atau merek yang bisa disebut legendaris. Di Indonesia, memang belum ada gambaran berapa rata-rata umur perusahaan. Namun, kalau secara global, bisa merujuk hasil riset Arie de Geus, penulis buku The Living Company (1997). Bersama timnya, pada 1990-an, dia menemukan fakta bahwa harapan hidup rata-rata perusahaan multinasional yang masuk daftar Fortune 500 hanya berkisar 40-50 tahun. Fakta lainnya, sekitar sepertiga dari perusahaan yang masuk daftar Fortune 500 pada 1970 lenyap ditelan masa pada 1983, baik karena diakuisisi, merger, maupun bubar. Jadi, perusahaan yang bisa menembus usia 50 tahun, bahkan 100-200 tahun, kehebatannya tidak diragukan lagi.

“Nah, perusahaan-perusahaan dengan karakter seperti itulah yang mampu bertahan dan terus tumbuh di tengah tantangan berat yang dihadapi, yang pada akhirnya mampu memperpanjang usianya. Tentu, kita berharap, deretan perusahaan dan merek Indonesia yang masuk dalam Living Legends semakin panjang, bahkan berusia hingga ratusan tahun, karena ini merupakan kekayaan yang luar biasa bagi negara kita,” kata Yuswohady.

Dalam situasi yang serba sulit ini, dari penulusuran Tim Riset SWA pada 2021, ada sejumlah perusahaan dan merek yang usianya lebih dari 100 tahun dan saat ini tetap berkibar, baik itu perusahaan swasta nasional maupun BUMN. Untuk perusahaan swasta ada PT Pura Barutama (didirikan Ong Djing Tjong pada 1908), PT Aneka Gas Industri Tbk (1916), PT Tiga Raksa Satria Tbk (1919), dan PT PT Grand Kartech Tbk (1921).

Sementara itu, untuk merek yang telah berusia 100 tahun, di antaranya ada Kopi Warung Tinggi, Kecap Benteng Teng Giok Seng, Kecap Cap Orang Jual Sate, Jamu Iboe, Minyak Gosok Cap Tawon, Dji Sam Soe, Soda Cap Badak, dan Peci M Iming.

BUMN yang masuk dalam kelompok usia 100 tahun daftarnya lebih panjang lagi. Malahan, ada yang telah berusia lebih dari 200 tahun, antara lain PT Pindad (Persero) dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Di samping itu, perusahaan pelat merah di barisan centinneal merupakan pemain utama di industri masing-masing, misalnya PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Bio Farma (Persero), dan PT Pegadaian (Persero).

Deretan merek produk atau perusahaan hebat ini mendapat apresiasi Indonesia Living Legend Companies dan Indonesia Living Legend Brands yang tiap tahun diadakan dan berubah nama-nama perusahaan yang masuk kategori.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN