Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja. Foto: IST

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja. Foto: IST

GIANT TUTUP,

Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Diprediksi Anjlok Hingga 20%

Kamis, 27 Mei 2021 | 21:00 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  – Pandemi Covid-19 memberi dampak besar pada bisnis ritel. Lima gerai Giant milik PT Hero Supermarket Tbk (Hero Group) akan diubah menjadi IKEA. Sedangkan Gerai Giant lainnya akan ditutup pada akhir Juli 2021. Keputusan ini diambil Hero Group karena perusahaan akan memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibanding Giant.

Sebelumnya, PT Tozy Sentosa yang mengelola Centro Department Store juga dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sehingga harus menutup toko Centro.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja mengungkapkan, bakal tutupnya gerai Giant dan juga Centro akan memberi dampak besar pada kunjungan pusat perbelanjaan yang saat ini juga masih naik-turun. 

“Kalau sebelum pandemi tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan itu rata-rata 80%-90%, karena banyak gerai yang tutup atau pun tidak memperpanjang sewanya, kunjungan ke pusat perbelanjaan kami prediksi akan berkurang 10% sampai 20%,” kata Alphonsus saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (27/5/20201).

Alphonsus mengungkapkan, saat ini tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan memang sudah mulai membaik. Bahkan beberapa kali sempat mencapai batas maksimal kunjungan yaitu 50%.

“Tapi meskipun tingkat kunjungannya membaik, beberapa toko di luar makanan dan minuman masih kurang bagus. Ini terutama karena masalah daya beli masyarakat yang belum pulih,” kata Alphonsus.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN