Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana pengunjung saat dibukanya kembali Lippo Mall Tamini Square di Jakarta Timur, Senin (15/6/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao.

Suasana pengunjung saat dibukanya kembali Lippo Mall Tamini Square di Jakarta Timur, Senin (15/6/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao.

Kunjungan Mal Meningkat di Tengah Covid-19

Kamis, 23 Juli 2020 | 17:09 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -  Kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan, atau mal perlahan mulai bertumbuh dan meningkat di Tanah Air. Namun, peningkatan kunjungan tersebut juga dibayang-bayangi sentimen buruk dari kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah yang masih bertambah.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan, peningkatan jumlah pengunjung berbeda-beda di setiap mal. Namun kunjungan masyarakat tidak akan bisa meningkat pesat apabila kasus positif Covid-19 terus bertambah.

“Hasilnya tidak akan meningkat jauh kalau korban bertambah terus karena orang masih takut meski mal aman. Yang penting, itu mesti diperbaiki sumber-sumber yang menghasilkan banyak korban Covid-10, misalnya pasar, transportasi umum, dan pedagang kaki lima yang tidak menggunakan masker,” ungkap Stefanus di Jakarta, Kamis (23/7).

 Menurut dia, dengan terjadinya peningkatan kasus positif Covid-19 di Jakarta, transaksi pembelian masyarakat kelas menengah ke atas di mal pun mengalami penurunan. Mereka kembali takut datang ke mal dan berbelanja. Sedangkan transaksi belanja masyarakat kelas menengah masih baik.

Selama pandemi Covid-19 masih berlanjut, beberapa penyewa (tenant) ruang mal juga tutup lantaran kesulitan kembali beroperasi.  Bahkan, beberapa di antaranya sudah terlanjur merumahkan karyawan dan kehabisan modal,

Pengelola mal pun sudah memberikan berbagai keringanan kepada tenant. Tetapi, pengelola mal justru belum menerima keringanan, atau stimulus dari pemerintah seperti yang diharapkan.

“Untuk mal sendiri, mana keringannannya, tidak ada sama sekali,” ucap dia.

Stefanus melanjutkan, pengelola mal sebelumnya telah meminta pemerintah mengurangi tagihan pajak penghasilan (PPh) final dan biaya listrik. Namun, hingga saat ini, tagihan listrik justru masih ditambah pajak hingga naik hampir 20%.

Protokol Kesehatan

Stefanus juga menyampaikan bahwa petugas Satpol PP bisa datang beberapa kali ke mal untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan. Hanya saja, di sisi lain, petugas tersebut juga mengabaikan pelanggaran protokal kesehatan di tempat lain, seperti pasar tradisional dan rumah makan pinggir jalan.

“Menurut saya, petugas Satpol PP mesti dikasih pengarahan yang benar dan jelas. Jadi, mereka tidak sembarangan bertindak,” ucapnya.

 Pasalnya, petugas Satpol PP juga kerap mencari-cari kesalahan tenant dan pengelola mal hingga menarik denda.

Padahal, pengelola mal sudah berupaya menerapkan protokol kesehatan, seperti mengukur suhu tubuh, menyediakan tempat cuci tangan, mewajibkan penggunaan masker, dan membatasi setiap tenant hanya boleh menerima 50% pengunjung.

Pengelola juga telah memberikan petunjuk supaya pengunjung menjaga jarak aman selama berada di mal. Misalnya, pengelola mal telah menempelkan kertas-kertas petunjuk ketika pengunjung sedang di eskalator dan lift.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN