Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kunjungan Wisman. Foto ilustrasi: IST

Kunjungan Wisman. Foto ilustrasi: IST

Kunjungan Wisman November 2021 Turun 86%

Selasa, 5 Januari 2021 | 09:39 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada November 2020 turun 86,31% menjadi 175,3 ribu, dibandingkan dengan November 2019. Namun, jika dibandingkan dengan Oktober 2020, jumlah itu meningkat sebesar 13,9%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menuturkan, kunjungan wisman Oktober 2020 mencapai 153,9 ribu. Jumlah kunjungan wisman sebagian besar masuk melalui darat sebanyak 88,6 ribu orang (50%), disusul udara 43,3 ribu orang (25%), dan laut 43,3 ribu orang (25%).

Wisman yang masuk melalui pintu masuk darat paling melalui Entikong (Kalimantan Barat), diikuti Aruk (Kalimantan Barat), dan Atambua (Nusa Tenggara Timur). Bandara yang menjadi pintu masuk wisman terbanyak yaitu Soekarno-Hatta (36,6 ribu), Juanda (2,4 ribu) dan Sam Ratulangi (1,5 ribu).

“Secara bulanan, ada peningkatan wisman masuk lewat tiga pintu itu, meski masih turun,” ucap Setianto, Senin (4/1).

Deputi Bidang StatistikDistribusi dan Jasa BPS, Setianto
Deputi Bidang StatistikDistribusi dan Jasa BPS, Setianto

Berdasarkan kewarganegaraan, wisman yang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari Timor Leste sebanyak 41,6%, Malaysia 23,7%, Tiongkok 3,7% dan lainnya dengan total 30,9%. Sementara itu, tingkat penghunian kamar (TPK) November 2020 mencapai 1,59 hari atau turun 0,19 poin dari November 2019.

Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro mengatakan, penurunan wisman pada November 2020 dipicu gelombang kedua Covid- 19 di negara-negara Eropa. Hal ini membuat negara Eropa melarang warga negaranya untuk pergi ke luar negeri. Negara-negara tersebut juga menjaga agar kegiatan ekonmi masyarakat tetap berada di dalam negeri.

“Jadi mereka menunda keberangkatan, uangnya dibelanjakan di dalam negeri dan multiplier effect-nya dapat dirasakan. Daya belinya hanya berputar di negara tersebut saja,” ucap Ari.

Rektor Universitas Indonesia
Rektor Universitas Indonesia

Pemerintah menargetkan 7 juta kunjungan wisan pada 2021, meningkat 75% disbanding perkirakan 2020 sebanyak 4 juta. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan fokus pada lima destinasi superprioritas dan memperkuat promosi pariwisata dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata membuat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyesuaikan proyeksi kunjungan wisman tahun 2021 sebesar 4-7 juta_wisman, sedangkan untuk mencapai target semula 2020 sebanyak 18 juta, kita proyeksikan akan ter wujud pada 2025,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN