Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto

GELOMBANG KE-10 JADI PENUTUP

Kuota Penerima Kartu Prakerja 2020 Terpenuhi

Sabtu, 26 September 2020 | 21:32 WIB
Nasori ,Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah secara resmi telah membuka pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang ke-10 mulai Sabtu (26/9) pukul 12.00 WIB. Pendaftar gelombang ini hampir dipastikan mampu menyerap kuota tersisa yang hanya 116.261 peserta.

“Dengan demikian lengkaplah total kuota penerima Kartu Prakerja tahun anggaran 2020,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di sela Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Komite PC-PEN dan K/L di Kawasan Wisata Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (26/9).

Ia menyebutkan total penerima Kartu Prakerja setelah penutupan pendaftaran gelombang ke-9 pada 21 September silam telah mencapai 5.480.918 atau 98% dari total kuota tahun 2020 yang sebesar 5.597.183 orang. Program Kartu Prakerja ini secara resmi mulai menerima pendaftaran pada 11 April 2020.

Menurut Airlangga, jumlah pendaftar melalui situs program Kartu Prakerja hingga 25 September 2020 pukul 09.00 WIB mencapai 30.044.167 orang atau hampir enam kali lipat dibandingkan dengan kuota penerima 2020.

Jumlah pendaftar yang besar dan mencakup semua kabupaten/kota dalam waktu kurang dari tujuh bulan ini, kata dia, tidak hanya mengindikasikan minat dan kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap program, namun juga akses masyarakat terhadap program yang mudah.

Ilustrasi Kartu Prakerja; IST
Ilustrasi Kartu Prakerja; IST

“Pendaftaran yang mudah ini sangat penting untuk memberikan akses yang luas bagi masyarakat terhadap aneka pelatihan dalam rangka mendukung cita-cita SDM Unggul, Indonesia Maju,” ucap Airlangga.

Sesuai Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian Nomor 11 tahun 2020, setiap penerima Kartu Prakerja wajib menggunakan bantuan untuk mengikuti pelatihan pertama dalam waktu 30 hari sejak menerima Kartu Prakerja. Apabila tidak melakukan hal ini, maka kepesertaannya akan dicabut.

Airlangga mengungkapkan, hingga hari ini telah ada 189.436 orang yang dicabut kepesertaannya. Angka tersebut setara dengan 3,46% dari total penerima Kartu Prakerja gelombang 1-9 yang berjumlah 5.480.918 orang. “Dari pencabutan kepesertaan ini, dana sekitar Rp 672,5 miliar telah dikembalikan ke Rekening Kas Umum Negara (RKUN).

Target Program Kartu Prakerja
Target Program Kartu Prakerja

“Komite Cipta Kerja akan memutuskan berapa dan kapan dana yang kembali ke RKUN ini akan dipulihkan dan dialokasikan kepada peserta lainnya,” tutur Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Sebagai informasi, Program Kartu Prakerja adalah bantuan biaya pelatihan untuk mengembangkan kompetensi, produktivitas, daya saing dan kewirausahaan angkatan kerja Indonesia. Kartu Prakerja tidak menggunakan kartu fisik, namun 16 angka unik seperti dalam kartu kredit, yang saldonya bisa dipakai untuk membayar pelatihan. Sasaran penerima Kartu Prakerja adalah WNI berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang sekolah/kuliah.

Guna merespons dampak pandemi Covid-19, Kartu Prakerja bersifat semi-bansos. Setiap penerima Kartu Prakerja mendapatkan bantuan biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif pascapelatihan sebesar Rp 2,4 juta. Insentif tersebut dibayarkan secara bertahap dalam waktu empat bulan dengan besaran Rp 600 ribu setiap bulan, serta insentif pascasurvei maksimal sebesar Rp 150 ribu untuk tiga survei evaluasi.


 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN