Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kementerian PUPR terus membangun jalan

Kementerian PUPR terus membangun jalan

Kurangi Kesenjangan Antarwilayah, PUPR Tingkatkan Konektivitas di Perbatasan

Selasa, 6 Oktober 2020 | 23:13 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Infrastruktur jalan dan jembatan di kawasan perbatasan seperti di Provinsi  Kalimantan, Papua, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur terus dibangun pemerintah untuk membuka akses bagi daerah terpencil, menurunkan biaya, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan jaringan jalan perbatasan merupakan infrastruktur bernilai strategis bagi NKRI dengan fungsi sebagai pertahanan dan keamanan negara serta mendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan.

Di Provinsi Kalimantan, kata dia, PUPR melalui Ditjen Bina Marga secara bertahap terus membangun jalan paralel perbatasan Indonesia-Malaysia sepanjang 1.910,11 Km di tiga provinsi yakni Provinsi Kalimantan Barat sepanjang 811,32 Km, Kaltim sepanjang 412,59 Km, dan Kaltara sepanjang 770,25 Km.

Tahun ini, peningkatan jaringan jalan sepanjang 548,49 Km dilaksanakan di perbatasan Kalimantan meliputi beberapa paket pekerjaan di antaranya rekonstruksi jalan, pelebaran, rehabilitasi, pemeliharaan rutin, dan penggantian jembatan.

Kementerian PUPR terus membangun jalan
Kementerian PUPR terus membangun jalan

Di Provinsi Kalbar PUPR melaksanakan 12 paket pekerjaan sepanjang 497,43 Km di antaranya pembangunan Jalan Temajuk-Aruk sepanjang 5,80 Km dengan biaya Rp 35 miliar (MYC) dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan ruas Entikong-Rasau-Nanga Badau sepanjang 204,53 Km.

Di Provinsi Kaltim, PUPR juga melaksanakan 6 paket pekerjaan sepanjang 33,46 Km di antaranya pembangunan Jalan Tiong Ohang-Lonh Pahangai 3 sepanjang 4 Km dengan anggaran Rp 23,8 miliar.

Dilanjutkan dengan 10 paket kegiatan di Kaltara sepanjang 18 Km yang terdiri dari 5 paket pembangunan Jalan Pararel Perbatasan seperti pembangunan Jalan Long Boh- Metualang-Long Nawang sepanjang 3,5 Km dengan anggaran Rp 35 miliar (MYC) dan 5 paket pembangunan Jalan Akses Perbatasan seperti pembangunan Jalan Long Semawu-Long Bawan sepanjang 2 Km dengan biaya Rp 31,75 miliar (MYC).

"Saya kira, pembangunan jalan perbatasan di Kalimantan hampir tembus semua tinggal Kaltara yang belum tembus ada 84 Km. Di Kaltim sudah tembus semua sepanjang 412,59 Km dan Kalbar tembus semua 811,32 Km. Mudah-mudahan 2 tahun ke depan bisa tembus semua dari Kalimantan Barat, Kalimantan Utara sampai Kalimantan Timur," ujar Basuki dalam pernyataan resminya, Selasa (6/10).

Kementerian PUPR terus membangun jalan
Kementerian PUPR terus membangun jalan

Sementara jalan perbatasan di NTT atau provinsi yang berbatasan dengan Timor Leste seluruhnya telah tembus sepanjang 179,99 Km. Ruas jalan perbatasan ini juga dikenal dengan sebutan Sabuk Merah Sektor Timur dari Kabupaten Belu hingga Kabupaten Malaka.

Dari 179,99 kilometer tersebut yang tertangani (aspal) hingga tahun 2019 sepanjang 145,17 kilometer. Sedangkan di tahun 2020, PUPR merencanakan akan mebambah jalan yang diaspla dan kini sedang dikerjakan sepanjang 164,57 kilometer. Sisanya akan dituntaskan pada 2021 mendatang.

Salah satu paket pekerjaan TA 2020  yang termasuk sedang dilaksanakan adalah pembangunan Jalan Henes-Dafala-Laktutus sepanjang 4, 48 Km dengan anggaran Rp 28,8 miliar. Jalan perbatasan di NTT ini bermanfaat penting terutama bagi masyarakat di perbatasan karena terdapat komoditas perkebunan pohon kayu putih, kelor, dan jambu mete.

Di Papua, pembangunan jalan perbatasan antara Negara Indonesia-Papua Nugini sepanjang 1.098,24 Km juga terus dilaksanakan secara bertahap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Hingga akhir 2019 telah tembus sepanjang 919,16 Km atau menyisakan 179,08 Km.

Untuk TA 2020, dilaksanakan 7 paket pekerjaan di antaranya pembangunan Jalan Ubrub-Towe Hitam-Oksibil sepanjang 3 Km dengan anggaran sebesar Rp 35 miliar.

Basuki menyampaikan, pembangunan jalan perbatasan Papua melibatkan Zeni TNI Angkatan Darat pada saat pembukaan hutan dan pembentukan badan jalan. Sedangkan pada saat konstruksi dilanjutkan Kementerian PUPR. Sebab, kondisi cuaca dan medan di sana cukup menantang sehingga menyulitkan distribusi material dan alat berat menuju lokasi.

Ia pun berharap, kehadiran jalan di perbatasan dan akses perbatasan dapat membuka wilayah terisolir sekaligus membantu masyarakat di kawasan perbatasan. Sehingga barang kebutuhan pokok dapat diperoleh dengan lebih mudah dan murah serta mengurangi kesenjangan antarwilayah.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN