Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Johnny Darmawan. Foto: IST

Johnny Darmawan. Foto: IST

Kurangi Produk Impor, Kadin: Terapkan Kebijakan Non Tarif Measures!

Ridho Syukra, Kamis, 10 Oktober 2019 | 14:40 WIB

JAKARTA, investor.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pemerintah agar memberlakukan kebijakan Non Tarif Measures (NTM) sebagai instrumen pengaturan arus barang impor yang masuk dalam bentuk bahan baku.

Tujuan NTM adalah untuk melindungi konsumen lokal dan tentunya industri dalam negeri agar bisa berdaya saing.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Jhonny Darmawan mengatakan, untuk melindungi industri dalam negeri maka diperlukan komitmen bersama untuk mengendalikan impor.

Dengan banyaknya FTA maka tarif bea masuk semakin kecil dan NTM dinilai bisa memproteksi industri dalam negeri.

Indonesia sebagai negara berkembang maka perlindungan terhadap industri manufaktur harus dilakukan. Saat ini instrumen perlindungan yang dimiliki industri nasional dalam perdagangan bebas masih sedikit jika dibandingkan dengan negara lain.

“Industri dalam negeri harus memiliki instrumen NTM seperti negara lain yang sudah lama menerapkannya,” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Kamis (10/10).

Dalam beberapa tahun terakhir ini, impor berbagai jenis barang terus meningkat tajam terutama untuk produk produk hasil manufaktur seperti impor tekstil dan produk tekstil mencapai US$ 8,68 miliar pada 2018.

Impor baja mencapai 8,1 juta ton pada 2018, impor ban juga meningkat dengan nilai mencapai US$ 732 juta dan impor keramik mencapai US$ 286 juta hingga akhir 2019.

NTM merupakan kebijakan selain tarif yang berpotensi memiliki dampak ekonomi seperti perubahan harga, kuantitas barang, serta memiliki implikasi terhadap perkembangan ekonomi.

Penggunaan NTM banyak diterapkan di Asean untuk menghambat produk impor karena kebijakan tarif dianggap tidak berfungsi dengan baik.

Meskipun sulit untuk mengukur berapa jumlah NTM yang ada di Indonesia, kebijakan NTM dalam sektor manufaktur masih diperlukan untuk melindungi produsen domestik terhadap persaingan usaha.

Kadin memberikan rekomendasi terkait NTM yaitu Indonesia harus meningkatkan dan mempertahankan kebijakan NTM bagi industri dalam negeri.

Penerapan instrumen NTM dalam impor bertujuan untuk melindungi konsumen, stabilitas harga barang barang strategis sekaligus menciptakan keseimbangan antara kebutuhan dan pasokan di pasar domestik.

Kebijakan NTM merupakan instrumen perlindungan industri nasional dan bisa disejajarkan dengan aturan perdagangan internasional yang berlaku.

Pemerintah perlu memperkuat Peraturan antidumping, tindakan imbalan dan tindakan pengamanan perdagangan.

Dan sinergi antara pemerintah dan para pelaku industri perlu ditingkatkan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA