Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengendali banjir dibangun untuk mengurangi risiko bencana banjir di bagian hilir Tukad Unda sebagai salah satu pusat kegiatan pariwisata internasional di Bali.

Pengendali banjir dibangun untuk mengurangi risiko bencana banjir di bagian hilir Tukad Unda sebagai salah satu pusat kegiatan pariwisata internasional di Bali.

Kurangi Risiko Bencana, PUPR Bangun Pengendali Banjir Rp 234 M di Bali

Senin, 30 November 2020 | 20:40 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

KLUNGKUNG, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Bali - Penida memulai pekerjaan pembangunan prasarana pengendali banjir di Kabupaten Klungkung, Bali untuk mengurangi risiko bencana banjir.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan perubahan iklim menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Pergeseran dan perubahan masa musim hujan dan kemarau, serta pola hujan dengan durasi pendek namun intensitasnya tinggi kerap menyebabkan banjir.

“Untuk itu, saya mengajak semua pihak menjaga daerah tangkapan air melalui penghijauan kembali dan menahan laju alih fungsi lahan,” kata Basuki dalam keterangan resminya yang diterima Investor Daily, Senin (30/11).

Program penataan dan normalisasi sungai di Desa Tangkas tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko bencana banjir di bagian hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Unda yang menjadi salah satu pusat kegiatan pariwisata internasional di Bali.

 Program penataan dan normalisasi sungai berpegang pada prinsip  Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menuju Bali Era Baru.
Program penataan dan normalisasi sungai berpegang pada prinsip Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menuju Bali Era Baru.

Pasalnya, DAS Tukad Unda melintasi sejumlah kabupaten yakni Kabupaten Klungkung dan Karangasem yang terdiri dari Tukad Telagawaja, Tukad Yeh Sah, Tukad Kaon, Tukad Petandakan, Tukad Panti dan Tukad Sabuh, dengan luas DAS sebesar 230,92 km2 dan panjang sungai utama 22,56 km.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, penataan kawasan Tukad Unda sebagai bagian terintegrasi dari rencana Pembangunan Kawasan Strategis Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung. Kawasan Strategis Provinsi ini akan menjadi Kawasan Pengembangan Terpadu Daerah untuk memastikan tumbuh kembangnya perekonomian masyarakat Bali.

Program penataan tersebut, kata Koster, tidak serta merta ada dan hanya dilaksanakan di Kabupaten Klungkung. Karena berpegang pada “Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menuju Bali Era Baru” yang bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali sejahtera, bahagia, sekala dan niskala.

"Dengan menyelenggarakan pembangunan secara terpola, menyeluruh terencana, terarah, dan terintregasi salah satunya melalui pembangunan Pusat Kebudayaan Bali,” kata I Wayan Koster dalam sambutannya pada Ground Breaking Pekerjaan Pengendalian Banjir Tukad Unda, Bali, Senin (30/11).

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Maryadi Utama menyampaikan, melihat permasalahan di DAS Tukad Unda dan adanya lahan yang terdampak pada saat erupsi Gunung Agung, maka diperlukan sinergi antara BWS Bali-Penida, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kabupaten terkait untuk mengendalikan banjir aliran lahar dingin yang sering terjadi di DAS Tukad Unda.

Sebab, tingginya sedimentasi pasca erupsi dan tergerusnya tebing sungai, alur sungai dan berubahnya lahan milik masyarakat, maka diperlukan pengendalian alur sungai Tukad Unda.

"Rencananya, pekerjaan utama yang akan dikerjakan terdiri dari pembangunan Tanggul Tukad Yeh Sah, Cek Dam Tukad Yeh Sah, Tanggul Tukad Unda, Tanggul Penampang Ganda Tukad Unda, dan Pekerjaan Jetty," kata Maryadi.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan PT Nindya Karya - PT Bina Nusa Lestari (KSO) dengan kontrak senilai Rp 234 miliar. Sedangkan bertindak sebagai Konsultan Supervisi adalah PT Catur Bina Guna Persada KSO, PT Multimera Harapan, dan PT Laras Sembada dengan nilai kontrak Rp. 6,5 miliar. Pembangunan telah dimulai pada 28 Agustus 2020 dan direncanakan selesai pada Desember 2022 melalui sistem kontrak tahun jamak.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN