Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Kementerian LHK (Sumber : LHK)

Gedung Kementerian LHK (Sumber : LHK)

LHK Bangun Kebun Bibit 120 Ha di Ibu Kota Negara Baru

Rabu, 18 Desember 2019 | 11:44 WIB
Tri Listiyarini

Jakarta, investor.id-Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Kementerian LHK untuk membangun persemaian modern (kebun bibit) di sekitar lokasi ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur (Kaltim). Persemaian ini akan dibangun di atas lahan seluas 120 hektare (ha). Hasil survei lokasi yang akan dijadikan persemaian modern berada di wilayah kawasan hutan produksi (KPH) Mentawir pada areal izin usaha (IUPHHK-HTI) PT Inhutani I.

Menteri Siti mengatakan, Presiden Jokowi memerintahkan kepada semua menteri untuk membangun seluruh Indonesia. Khusus untuk Kementerian LHK, pesan yang paling penting adalah, dengan membangun IKN yang baru maka harus berjalan simultan dengan pemulihan lingkungan. Guna mendukung upaya pemulihan lingkungan tersebut maka Kementerian LHK akan membangun persemaian modern. Rencana persemaian modern di Mentawir akan meliputi pembangunan sarana dan prasarana persemaian seperti Germination Rooting Mother Plant House, Laboratorium Kultur Jaringan, Aclimatization Area, Shaded Area, Open Area, pengolahan media tanam, serta reservoar. Selain itu juga terdapat sarana pendukung persemaian meliputi kantor, mess, dan lain-lain.

Persemaian modern itu akan memiliki kapasitas produksi bibit sebesar 15 juta bibit per tahun yang meliputi tanaman hutan, seperti tanaman kayu, multi purpose tree species, dan tanaman eksotik. Selain menjadi pusat pembibitan dan kebun benih, pada lokasi ini juga akan dibuat arboretum atau taman hutan dengan koleksi tanaman endemik Indonesia. Serta akan berfungsi juga sebagai taman rekreasi dan sarana olahraga. Kementerian LHK telah mengalokasikan anggaran Rp 100 milliar pada 2020 guna membangun persemaian modern itu. "Refleksi persemaian modern ini sangat penting, karena menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia dalam pemindahan IKN ini sangat serius dalam pemulihan lingkungan,” jelas Menteri Siti.

Menteri Siti meminta jajarannya untuk mencermati beberapa hal penting terkait teknis pembangunan IKN. Pertama, terkait Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), seluruh jajaran harus dapat melihat situasi dan kondisi di lapangan untuk memahami arah orientasi pembangunan IKN. Kedua, Menteri Siti meminta kepada jajarannya untuk mengawal betul dukungan Kementerian LHK dalam penyiapan areal lahan dalam kawasan hutan yang memang dibutuhkan untuk IKN. Lahan untuk IKN yang baru adalah bukan dari hutan primer melainkan lahan hutan tanaman industri (HTI). Adendum telah dilakukan pada PT ITCHI Hutan Manunggal yang memiliki konsesi di wilayah yang akan dijadikan IKN. "Ada adendum di ITCHI, ada kebutuhan negara, terhadap konsesi ini maka kita lakukan koreksi. Jangan lupa, bahwa di sana sudah ada aset, kita perlu mengatur segala operasional sehingga tidak ada yang terganggu", jelas Menteri Siti.

Terakhir, kata Siti, pemindahan IKN ini juga sebagai upaya untuk pemulihan lingkungan dan konservasi. Karena itu, lanskap IKN menyatu dengan habitat-habitat satwa. Dalam pembangunan infrastruktur IKN ini harus betul-betul memperhitungkan keberadaan satwa terutama orangutan dan bekantan. “Kita harus memperhatikan infrastruktur hijau, seperti flyover yng tidak mengganggu lintasan satwa. Ini juga akan menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia dapat membangun IKN yang memperhatikan keberlangsungan keanekaragaman hayati,” jelas dia dalam keterangannya.

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN