Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Banjir di Jatiasih, Pomdok Gede, Bekasi. Kamis (2/1/2020). Sumber: BSTV

Banjir di Jatiasih, Pomdok Gede, Bekasi. Kamis (2/1/2020). Sumber: BSTV

ATASI BANJIR

LHK Prioritaskan Rehabilitasi DAS Ciliwung dan Cisadane

Ridho Syukra/Tri Listyarini, Senin, 6 Januari 2020 | 08:35 WIB

JAKARTA, investor.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terus memprioritaskan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), termasuk Ciliwung dan Cisadane. Rehabilitasi DAS merupakan salah satu upaya yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi persoalan banjir.

“Kami merehabilitasi DAS prioritas di seluruh Indonesia. Ciliwung, Cisadene, Citarum, dan lain-lain itu DAS prioritas. Sayangnya memang kemampuan APBN kita itu tidak sebanding dengan kekritisan lahan di daerah tersebut,” kata Plt Dirjen Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Kementerian LHK Hudoyo seperti dilansir Antara di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, tutupan di hulu DAS Ciliwung dan Cisadane hanya 18.296 hektare (ha) atau 38,20% dari total luas kawasan hutan. Luasan itu juga hanya 4,10% dari total luas DAS Ciliwung dan Cisadane dari hulu hingga hilir yang bervegetasi. Sisanya adalah areal penggunaan lain (APL) yang mana Kementerian LHK tidak bisa memaksakan untuk meminta dilakukan rehabilitasi di wilayah DAS tersebut. Kebanyakan tanah itu dimiliki masyarakat karena itu LHK mengharapkan peran pemerintah daerah yang lebih besar untuk mendorong rehabilitasi kawasan tersebut.

Sungai Cisadane, Tangerang ketika debit airnya normal. Foto: Portal ID/gora kunjana
Sungai Cisadane, Tangerang ketika debit airnya normal. Foto: Investor Daily/gora kunjana

Hudoyo juga mengatakan, hambatan proses rehabilitasi DAS Ciliwung dan Cisadane terjadi karena vegetasi yang ditanam di daerah itu bukan pohon yang bisa menahan erosi.

“Kita sulit masuk ke situ karena mengubah budaya masyarakat dari menanam sayur jadi menanam pohon itu paling sulit,” ujar dia.

Apalagi, saat ini daerah tersebut merupakan sumber sayuran untuk daerah Jakarta dan Bogor yang menambah resistensi untuk mengubah vegetasi menjadi pohon. Tanaman sayuran seperti kol membutuhkan sinar matahari yang banyak dengan pengolahan lahan yang intensif membuat semakin besar erosi di daerah yang seharusnya bisa menyerap air.

“Begitu air datang tidak ada yang menyimpan. Maka kami mengenalkan (pohon) macademia yang hasilnya lebih besar dibandingkan sayuran,” ujar dia.

Selain bentuknya pohon, penghasilan dari produksi kacang macademia lebih besar dibandingkan dari sayuran sehingga Kementerian LHK gencar merekomendasikan agar masyarakat beralih menanam pohon tersebut.

Terkait permasalahan banjir yang terjadi di daerah Jakarta dan beberapa kawasan sekitarnya seperti Bogor dan Depok, menurut Hudoyo, curah hujan yang tinggi dan pengalihan fungsi lahan juga turut berperan dalam kejadian tersebut.

Selain itu terdapat lintasan air dari Bogor dan Depok serta bagian lereng DAS Ciliwung berupa kipas aluvial yang merupakan tanah lempung yang gampang mengalirkan air.

“Penyebab yang lain adalah hilangnya situ dan alih fungsi rawa. Semua itu sekarang sudah berubah jadi lahan pemukiman, kantor dan lain-lain yang tertutup beton. Selain itu sistem drainase kita cukup buruk,” ujar dia.

Contohnya, beberapa sungai tidak mampu lagi menampung volume air yang ada akibat curah hujan yang tinggi.

Bantuan Pangan

Syahrul Yasin Limpo
Syahrul Yasin Limpo

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menyerahkan bantuan kemanusiaan ke lima titik banjir yang berada di wilayah Jakarta dan Tangerang. Bantuan yang diserahkan berupa bantuan pangan diangkut menggunakan 10 truk dan langsung diserahkan secara simbolis oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) kepada masyarakat korban bencana banjir di Kantor Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada 4 Januari 2020.

SYL mengatakan, jika bantuan yang dibagikan tersebut merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo dimana pemerintah harus bisa menolong masyarakat yang terkena bencana.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, negara harus hadir dan membantu korban bencana banjir dan Kementan siap membantunya,” ujar dia.

SYL sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta untuk mendapatkan titik titik yang akan mendapatkan bantuan yaitu Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Tangerang Selatan.

SYL menyampaikan kepada korban bencana banjir agar mereka lebih waspada dan mampu mengatasi segala bentuk tantangan ke depannya. Bantuan pangan yang diberikan terdiri dari 4 truk untuk Jakarta Utara, 3 truk untuk Tangerang Selatan, 1 truk untuk Jakarta Timur, 1 truk untuk Jakarta Selatan, dan 1 truk untuk Jakarta Barat.

Bantuan berisikan sembako, selimut, sarung, pampers, handuk, biskuit, air mineral, mie instan dan 1 truk khusus beras dari mitra kerja. Sekretaris Kota Jakarta Utara Desi Putra mengapresiasi bantuan yang disalurkan Kementan karena bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terkena dampak bencana banjir.

Kerja sama itu membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat kuat dan bersinergi. Sebanyak 17 dari 31 kelurahan di Jakarta Utara terkena banjir, untuk Kecamatan Cilincing sendiri, 5 dari 7 kelurahan terkena dampak banjir. Dari 5 kelurahan tersebut, saat ini tinggal 1 kelurahan yang masih tergenang banjir dan menunggu surut yaitu Keluruhan Rorotan.Akibat bencana banjir, sebanyak 2.699 masyarakat Cilincing terpaksa mengungsi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN