Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Kementerian LHK (Sumber : LHK)

Gedung Kementerian LHK (Sumber : LHK)

LHK Siapkan KLHS Lahan Pangan di Eks Gambut

Senin, 22 Juni 2020 | 09:43 WIB
Tri Listiyarini

Jakarta, investor.id–Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) memberikan dukungan terhadap pengembangan lahan pangan nasional di areal bekas pengembangan lahan gambut (eks PLG) di Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan menyiapkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Cepat. Kementerian LHK juga merekomendasikan agar fokus pengembangan lahan pangan di eks PLG bukan hanya padi dalam artian sempit melainkan dalam artian luas yang dipadukan dengan pengelolaan ekosistem berkelanjutan dan pemulihan ekosistem gambut untuk memperkuat jasa lingkungan.

Wakil Menteri LHK Alue Dohong menuturkan, kejadian Covid-19 menyebabkan terjadi perubahan landskap politik ekonomi pangan yang diakibatkan adanya disrupsi produksi, konsumsi, dan distribusi pangan antarnegara, wilayah, sehingga menyebabkan terjadi kekurangan pasokan dan kelangkaan pangan. Akibat disrupsi Covid-19, memaksa beberapa negara-negara seperti India, Tiongkok, Thailand, Vietnam berkecenderungan mengubah kebijakan pengadaan pangannya dari in-ward and out-ward looking policy menjadi lebih in-ward looking policy guna memberi perlindungan (safeguard) dan pengamanan (safety) kebutuhan pangan domestik masing-masing. “Kondisi itu memaksa negara kita juga melakukan hal sama guna memperkuat kondisi pangan dalam negeri melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi poduksi pangan demi menjamin ketersediaan dan pemenuhan kebutuhan pangan nasional dalam jangka pendek, menengah, dan panjang,” kata Alue di Jakarta, kemarin.

Atas dasar pertimbangan tersebut, eks PLG di Kalteng menjadi salah satu opsi lokasi pengembangan pangan nasional dengan mempertimbangkan aspek historis kebijakan, perencanaan, serta program pengalaman pengelolaan gambut dan ketersediaan lahan yang relatif luas dan cukup. Terkait itu, perlu ada reposisi pengembangan pangan di eks PLG dengan memperhatikan minimal enam dimensi secara komprehensif-integratif, yakni pengembangan wilayah, hutan, lahan gambut, sumber daya manusia (SDM), teknologi, dan tata kelola (governance). “Berdasarkan enam dimensi itu, kita ingin pengembangan pangan ini (eks PLG) menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) dengan menerapkan pertanian terpadu modern dan berkelanjutan yang berpusat pada pembangunan manusia (human centred development) dengan dukungan SDM yang profesional, teknologi terkini, dan tata kelola yang baik," tutur Alue.

Untuk mendukung pengembangan lahan pangan nasional di areal eks PLG di Kalteng, Kementerian LHK melakukan KLHS Cepat. Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Sigit Hardwinarto menyampaikan, kajian itu dilakukan berdasarkan pendekatan analisis secara cepat (rapid assessment) melalui proses desk study dari dokumen yang cukup banyak sejak awal 1990-an hingga sekarang, review berbagai kebijakan, rencana, dan program. Tim juga melakukan analisis spasial dari berbagai informasi geospasial tematik, dialog/focus group discussion (FGD), dan konsultasi terbatas dengan berbagai pihak terkait. Metodologi yang dilakukan ini berlangsung melalui beberapa tahap guna mendapatkan rumusan yang tepat, LHK juga berkonsultasi dengan para pihak terkait. “KLHS Cepat ini akan ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konsultasi publik lebih luas dan verifikasi lapangan untuk penyempurnaannya. Kami juga tengah mengkaji kesesuaian lahan dengan jenis tanaman pangannya," ujar dia.

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN