Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penerbangan domestik di Bandara Soetta dibuka kembali di tengah masa PSBB. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Penerbangan domestik di Bandara Soetta dibuka kembali di tengah masa PSBB. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Libur Panjang, Kemenhub Prediksi Jumlah Penumpang Pesawat Naik 20%

Jumat, 23 Oktober 2020 | 16:23 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi kenaikan pergerakan penumpang pesawat mencapai 20% pada masa libur panjang 28 Oktober - 1 November 2020.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengungkapkan, tren lalu lintas penerbangan mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Dalam catatannya, pada April 2020, lalu lintas penerbangan di Indonesia hanya berkisar 5-10% dari kondisi normal sebelum pandemi. Namun, kini trennya sudah membaik dan pada periode September - Oktober 2020 kondisinya sudah 52-54% dari sebelum pandemi.

"Pada Agustus juga saat ada liburan, traffic-nya, baik pesawat maupun penumpang, mengalami kenaikan," ungkap Novie Riyanto dalam telekonferensi di Jakarta, Jumat (23/10).

Oleh karena itu, lanjut Novie, pihaknya memprediksi terjadi kenaikan lalu lintas penumpang pada periode libur panjang akhir Oktober 2020. "Dengan melihat adanya kenaikan pergerakan pesawat dan penumpang pada Oktober 2020 dan realisasi libur panjang Agustus 2020 maka diperkirakan terdapat kenaikan 20% pada periode 28 Oktober - 1 November 2020," jelas Novie.

Selain itu, ujar Novie, untuk arus puncak keberangkatan diperkirakan terjadi pada 28 Oktober 2020 dengan volume mencapai 110.000 penumpang. Sedangkan, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 1 November 2020 dengan 112.000 penumpang.

Guna mengantisipasi lonjakan tersebut yang terjadi di masa pandemi, menurut Novie, pihaknya menyiapkan beberapa langkah, antara lain tetap fokus dan konsisten terkait penerapan protokol kesehatan, baik oleh maskapai, operator bandara, serta operator navigasi.

Lebih jauh, Kemenhub menyiapkan antisipasi kebutuhan kapasitas apabila terjadi lonjakan penumpang yang signifikan.

"Kami juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Surat Edaran (SE) No. 13 Tahun 2020 oleh seluruh inspektur penerbangan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara," imbuh Novie.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN