Menu
Sign in
@ Contact
Search

Lippo Cikarang Raih Marketing Sales Rp 1 Triliun

Rabu, 2 Nov 2022 | 18:32 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Jakarta, Investor.id- PT Lippo Cikarang Tbk mengantongi prapenjualan (marketing sales) Rp 1 triliun sepanjang Januari-September 2022 atau sekitar 69% dari target tahun ini.

Khusus kuartal ketiga 2022, marketing sales emiten properti berkode saham LPCK itu tercatat sebesar Rp 385 miliar.

“Tingkat prapenjualan ini didorong oleh penjualan pada cluster residensial Waterfront Uptown dan lahan industri Delta Silicon 3. Sepanjang sembilan bulan 2022, total 806 unit rumah tapak, apartemen, komersial, dan lahan industri telah berhasil terjual oleh perseroan,” jelas Rudy Halim, chief executive officer (CEO) PT Lippo Cikarang Tbk dalam siaran pers yang diperoleh Investor Daily, Rabu (2/11/2022).

Pencapain prapenjualan rumah tapak didorong oleh peluncuran perdana seri rumah tapak Cendana Homes di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat dengan branding Cendana Spark yang memiliki lokasi strategis di depan Central Park.

Advertisement

Peluncuran produk ini sebagai jawaban atas tingginya permintaan dari para pembeli milenial yang membutuhkan rumah pertama dengan desain modern namun tetap mewah. Kehadiran produk ini juga melanjutkan kesukseskan sebelumnya dari produk Waterfront Estates yang memiliki tingkat penjualan sangat baik.

Cendana Spark menawarkan tiga jenis tipe, yaitu Tipe 1 (Spark Villa) dengan ukuran 60 m2 tanah/55 m2 bangunan. Lalu, Tipe 2 (Spark Residence) dengan ukuran 82,5 m2 tanah/68 m2 bangunan dan Tipe 3 (Spark Sanctuary) dengan ukuran 97,5 m2 tanah/88 m2 bangunan. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 780 juta per unit.

Serah terima hunian tapak ini dijadwalkan 24 bulan, dengan tenggang waktu (grace period) enam bulan sejak peluncuran produk pada September 2022.

Sementara itu, total pendapatan Lippo Cikarang sebesar Rp 1,01 triliun selama sembilan bulan tahun 2022. Angka itu turun 14% dibandingkan periode sama 2021.

Rudy Halim memaparkan, dalam hal kontribusi pendapatan, penjualan dari rumah tapak masih menjadi kontributor utama dengan proporsi 40% per akhir September 2022. Tahun lalu, pendapatan didominasi oleh apartemen dengan proporsi 39%.

Di sisi lain, walapun mengalami penurunan dari sisi pendapatan, laba kotor perseroan meningkat 5% menjadi Rp 526 miliar karena perubahan bauran pendapatan dimana didominasi oleh pendapatan dari rumah tapak.

Menurut Rudy Halim, dengan adanya perubahan komposisi penjualan tersebut, tingkat margin laba kotor perseroan dapat meningkat menjadi 52% dari 42% pada tahun lalu.

Perseroan juga dapat mengelola beban usaha dengan baik dimana dapat dipertahankan pada nilai yang sama dengan tahun lalu sebesar Rp 202 miliar.

Lippo Cikarang juga sukses meningkatkan EBITDA dengan menunjukan kenaikan sebesar 7% YoY menjadi Rp 341 miliar. Sejalan dengan kenaikan margin laba kotor, perseroan mencetak margin EBITDA pada level yang lebih tinggi, yakni 34%.

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com