Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teten Masduki. Foto: IST

Teten Masduki. Foto: IST

LPDB akan Difokuskan untuk Lakukan Pembiayaan ke Koperasi

Minggu, 12 Juli 2020 | 17:44 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, pihaknya akan menjalankan kebijakan afirmasi ke koperasi. Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) akan difokuskan untuk memberikan pembiayaan khusus koperasi.

Pihaknya ingin mendorong agar koperasi bisa semakin dekat dengan masyarakat. Khususnya dengan memperbesar kapasitas kelembagaan koperasi melalui sejumlah kebijakan.

“Kami ingin memberikan afirmasi agar LPDB mulai tahun ini (2020) dan ke depan dikhususkan hanya untuk melayani pembiayaan koperasi. Kami juga ingin dari eksperimentasi antara LPDB, koperasi simpan pinjam dengan Koperasi syariah ke depan bisa menjadi model Penyaluran dana bergulir pemerintah yang murah untuk menguatkan UMKM,” ucap Teten dalam webinar pada Minggu (12/7).

Terkait hal itu, pihaknya juga sudah menerbitkan Peraturan nomor 4 tahun 2020 tentang penyaluran pinjaman atau pembiayaan dana bergulir oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir.

Proses penyaluran pinjaman kepada koperasi disederhanakan. Prosedur yang selama ini menjadi keluhan para koperasi dan UMKM dari 12 tahap sekarang hanya dilakukan dalam tiga tahap. Upaya ini dilakukan untuk mengubah pendekatan LPDB dari secara perbankan menjadi secara venture capital. Di mana dalam pendekatan venture capital, modal dalam bentuk uang yang diberikan kepada perusahaan yang potensial dan sedang berkembang.

“Saya kira ini penting bagaimana mengubah LPDB dari pendekatan banking menjadi Venture capital approach,” ucap Teten.

Ia mengatakan saat ini sedang berdiskusi dengan pihak Kementrian Keuangan untuk menyalurkan pembiayaan untuk UMKM dengan bunga yang rendah. Dengan bunga yang lebih rendah maka UMKM akan lebih tertarik untuk meminjam dana dari koperasi.

“Sehingga melalui koperasi pemerintah bisa menyalurkan pembiayaan untuk UMKM. Kelembagaan koperasi juga akan menjadi lebih kuat,” ucapnya.

Di sisi lain koperasi ini juga harus berani menarik investasi di luar anggota. Kalau tiak maka iinvestor hanya akan menaruh uang mereka di korporasi sehingga koperasi semakin terpinggirkan. Oleh karena itu standar perlindungan dan pengawasan terhadap anggota yang menyimpan dana di koperasi. Menurutnya koperasi tidak boleh kalah bersaing dengan lembaga pengawasan dan perlindungan simpanan di industri perbankan.

“Standar akuntabilitas, transparansi dan profesionalitas (koperasi) tidak boleh kalah tinggi. Karena kita tidak berdiri sendiri kita juga bersaing dengan tetangga kita yaitu korporasi yang melakukan perubahan-perubahan menghadapi situasi yang dinamis ini,” ucap Teten

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Reza Damanik mengatakan dengan adanya keberpihakan LPDB kepada koperasi diharapkan koperasi bisa memiliki pelayanan yang lebih maksimal. Khususnya pemberian stimulus terhadap UKM yang terdampak pandemi Covid-19.

Ia mencontohkan bagi UMKM yang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan mendapatkan banya fasilitas. Misalnya fasilitas relaksasi dan top up pinjaman. Mengapa anggota koperasi tidak mendapatkan fasilitas yang sama. Pihaknya juga sedang mengupayakan penambahan angggaran untuk LPDB dari yang sebelumnya telah diberikan sebesar Rp 1 triliun melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Insya allah bisa ditambah lagi dalam waktu dekat. Dengan harapan mereka yang menjadi nasabah atau menjadi menjadi anggota koperasi juga akan menikmati layanan yang sama sebagaimana ditempati oleh mereka yang menjadi nasabah perbankan,” ucapnya.

Pemerintah pertumbuhan ekonomi akan terkontraksi di tahun 2020 ini. Tentunya ini akan berdampak langsung ke peningkatan jumlah kemiskinan dan pengangguran. Dalam situasi yang semacam ini Pemerintah berkepentingan untuk mendorong peran Koperasi.

“Tidak sekadar memperbesar skala ekonomi nya tetapi ada kepentingan lebih lebih luas lagi dalam rangka untuk mengentaskan kemiskinan dan juga menciptakan lapangan pekerjaan,” ucap Reza.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN