Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan   dalam acara BeritaSatu Economic Outlook 2022 hari ke-3, Rabu (24/11/2021).  Foto: BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara BeritaSatu Economic Outlook 2022 hari ke-3, Rabu (24/11/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim

Luhut : Ekonomi Indonesia Akan Tumbuh 5% pada Kuartal IV

Rabu, 24 November 2021 | 10:19 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menkomarinvest) Luhut Binsar Pandjaitan optimistis, ekonomi Indonesia akan mampu tumbuh 5% pada Kuartal IV-2021. Hal ini sejalan dengan pandemi Covid-19 yang terkendali dan kembali pulihnya aktivitas ekonomi di dalam negeri.

“Pemulihan ekonomi yang cepat di berbagai sektor, akan tertangkap sepenuhnya pada Kuartal IV-2021. Saya yakin ,ekonomi Indonesia akan mampu tumbuh di atas 5% pada kuartal IV nanti. Sehingga kita berharap pada tahun ini, ekonomi kita bisa tumbuh kira-kira empat koma sekian persen,” kata Luhut saat memberikan Keynote Speech pada acara Beritasatu Economic Outlook 2022 hari ketiga sesi I dengan tema Akselerasi Pembangunan Infrastruktur 2022, Rabu (24/11).

Luhut menjelaskan, dalam dua tahun terakhir, kinerja perekonomian berbagai negara di dunia termasuk Indonesia bergantung dari kondisi penanganan pandemi Covid-19. Negara yang mampu mengendalikan kasus Covid-19 akan mampu tumbuh lebih cepat dibanding negara yang kasus Covid-19nya tidak terkendali.

Menurut dia, kenaikan kasus Covid-19 akibat varian delta yang terjadi sejak pertengahan Juni 2021 berdampak besar pada perekonomian Indonesia. “Namun kita bersyukur kita berhasil secara cepat berhasil menurunkan kasus Covid-19 dan mengendalikannya dengan tingkat yang rendah. Ini menyebabkan pemulihan perekonomian berjalan dengan cepat. Kita saat ini berada pada posisi PPKM level 1. Tetapi kita tidak boleh jumawa dan lengah terhadap kondisi ini. Karena apa saja bisa terjadi kalau kita tidak disiplin,” ujar dia.

Menurut Luhut, jika dibandingkan pada puncak kasus Covid-19 pada Juli lalu, di mana kasus harian bisa mencapai lebih dari 56 ribu kasus per hari dan kasus aktif lebih dari 570 ribu, saat ini kasus harian dan kasus positif sudah turun hingga 99%. Angka reproduksi RT di bawah 1 menunjukkan terkendalinya pandemi Covid-19 ini.

Terkendalinya kasus Covid-19 dan pembukaan ekonomi yang dilakukan secara bertahap, kata dia, mampu menahan perlambatan ekonomi pada Kuartal III-2021, meski melambat dibanding kuartal II-2021 sebesar 7,1%. Tetapi realisasi kuartal III-2021 sebesar 3,5% lebih tinggi dari perkiraan awal kami sebelum PPKM diterapkan.

“Ini juga jadi penting buat kita semua, karena saat ini indeks keyakinan konsumsi Oktober 2021 berada pada posisi tertinggi di masa pandemi, yakni mencapai 113,4 dengan skala nilai optimistis lebih dari 100%. Ini angka yang tadinya tidak kami duga, ternyata bangsa ini mampu menyelesaikan masalah keterpurukan melawan pandemi Covid-19 tadi,” jelas dia.

Luhut mengungkapkan, keyakinan konsumen yang meningkat mendorong masyarakat kembali melakukan aktivitas ekonomi. Data mobilitas yang dipantau oleh Google dan NASA menunjukkan mobilitas masyarakat telah berada di atas kondisi pra pandemi yang didorong oleh aktivitas retail dan rekreasi.

Indeks belanja dari Bank Mandiri juga menunjukkan belanja masyarakat yang pulih ke tingkat sebelum pandemi, sejak September lalu.

Pemulihan yang cepat juga terjadi pada aktivitas industri manufaktur. Berdasarkan PMI, manufaktur Indonesia terlihat sektor industri ekspansi tertinggi pada bulan Oktober kemarin, dan merupakan salah satu yang terbaik di Asean.

“Dan kita perlu catat, sekarang kita sudah 125 hari kasus Covid-19 kita betul-betul terkendali. Tapi ini belum selesai, karena ada yang lebih baik dari kita yakni India, mereka sudah 169 hari. Kita semua harus disiplin untuk bisa terus mempertahankan kondisi seperti sekarang ini ke depan. Dan lebih khusus lagi saat kita menghadapi Natal dan Tahun Baru nanti, presiden sudah sampai pada hampir final keputusan kita akan memberlakukan PPKM level 3. Hanya tanggalnya berapa lama, itu baru akan diputuskan dalam beberapa hari ke depan,” terang dia.

Menurut Luhut, ekspansi ekonomi akan terus berlanjut dengan syarat kita mampu mengendalikan pandemi Covid-19 pada tingkat yang rendah, sehingga kita tidak perlu lagi menerapkan pembatasan sosial yang ketat, yang berdampak besar terhadap perekonomian.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN