Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Erwin Haryono

Erwin Haryono

Makin Dalam, Kredit Perbankan per Maret 2021 Kontraksi 4%

Jumat, 23 April 2021 | 14:30 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) mencatat, total outstanding kredit yang disalurkan oleh perbankan hingga akhir Maret 2021 sebesar Rp 5.472,9 triliun, tumbuh negatif atau kontraksi 4% secara year-on year (yoy). Kontraksi ini lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi 2,3%.

“Pertumbuhan kredit (pada Maret 2021) terkontraksi 4,0% (yoy), lebih dalam dari kontraksi 2,3% (yoy) pada Februari 2021,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran pers yang diterima Investor Daily pada Jumat (23/4).

Erwin memaparkan, total kredit Rp 5.472,9 triliun hingga akhir Maret lalu tersebut meliputi pertama, kredit korporasi sebesar Rp 2.670,4 triliun yang mengalami kontraksi 7% (yoy), lebih dalam dari bulan sebelumnya yang tumbuh -4,1%.

Selanjutnya, kredit perorangan sebesar Rp 2.622,7 triliun yang naik tipis 0,7% (yoy) atau sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 0,6%. Terakhir kredit lainnya sebesar Rp 179,7 triliun yang kontraksi 20,2%, lebih dalam dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh minus -14,3%.

Menurut Erwin, pelemahan penyaluran kredit hingga akhir Maret 2021 dipengaruhi oleh rendahnya penyaluran kredit modal kerja (KMK) dan kredit investasi (KI). Kredit modal kerja tercatat Rp 2.428,6 trilun, kontraksi 5,3% (yoy) dan lebih dalam dari Februari 2021 yang kontraksi 3,4% (yoy). Kredit investasi tercatat Rp 1.438,1 triliun, kontraksi 5,1% (yoy) dan lebih dalam dari Februari 2021 yang hanya kontraksi 1,6%.

“Sementara kredit konsumsi sedikit mengalami perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya yaitu tercatat Rp 1.606,2 triliun yang mengalami kontraksi 1%. Kontraksi ini lebih kecil dari bulan Februari 2021 tumbuh -1,2%,” pungkas Erwin.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN