Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Rini saat meresmikan SPBT KaliputihKec. Kutowinangun, Kab Kebumen, Jawa Tengah pada Rabu ( 2/10). Foto: dok. Kementerian BUMN

Menteri Rini saat meresmikan SPBT KaliputihKec. Kutowinangun, Kab Kebumen, Jawa Tengah pada Rabu ( 2/10). Foto: dok. Kementerian BUMN

Mandiri-Pertamina Bangun Sistem Pengolahan Beras Terpadu di Kebumen

Gora Kunjana, Rabu, 2 Oktober 2019 | 16:53 WIB

KEBUMEN, investor.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M.Soemarno mendorong BUMN bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program kewirausahaan petani yang bertujuan mengoptimalkan penjualan produk-produk pertanian.

Sebagai bukti komitmen BUMN dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Tanah Air, Bank Mandiri bekerjasama dengan Pertamina membangun Sistem Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Desa Kaliputih, Kec. Kutowinangun, Kab Kebumen, Jawa Tengah.

Menteri Rini saat meresmikan SPBT KaliputihKec. Kutowinangun, Kab Kebumen, Jawa Tengah pada Rabu ( 2/10). Foto: dok. Kementerian BUMN
Menteri Rini saat meresmikan SPBT KaliputihKec. Kutowinangun, Kab Kebumen, Jawa Tengah pada Rabu ( 2/10). Foto: dok. Kementerian BUMN

"Saya menyambut baik sinergi ini. Terima kasih kepada Bank Mandiri dan Pertamina. Ini merupakan wujud dari komitmen bersama dalam mendorong kesejahteraan petani. Kehadiran Sentra Pengolahan Beras Terpadu ini akan membantu menaikan pendapatan petani Kaliputih khususnya dan di Kebumen umumnya," kata Menteri Rini saat meresmikan SPBT Kaliputih pada Rabu ( 2/10).

Sistem Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) atau Integrated Rice Center sendiri merupakan tahapan dalam Program Mewirausahakan Petani untuk mendukung Petani setelah masa Pra-Tanam & Tanam, yaitu khususnya pada masa Panen & Pasca Panen. Rencananya, SPBT ini akan membantu meningkatkan produksi beras dan kesejahtaraan hamper 170 ribu petani di Kebumen.

Menteri Rini saat meresmikan SPBT KaliputihKec. Kutowinangun, Kab Kebumen, Jawa Tengah pada Rabu ( 2/10). Foto: dok. Kementerian BUMN
Menteri Rini saat meresmikan SPBT KaliputihKec. Kutowinangun, Kab Kebumen, Jawa Tengah pada Rabu ( 2/10). Foto: dok. Kementerian BUMN


SPBT yang akan dibangun memiliki kapasitas produksi beras sebesar 3 ton/jam dan akan dikelola oleh kelembagaan berbentuk Perseroan Terbatas. Tidak hanya mengolah gabah petani saja, SPBT ini nantinya juga mampu menyerap beras medium dari usaha pengolahan beras tradisional setempat. Alhasil, SPBT akan dapat berproduksi sepanjang musim serta tidak mematikan usaha pengolahan padi setempat. Dalam pembangunannya, SPBT ini juga akan dilengkapi dengan timbangan digital, gudang penyimpanan, perkantoran, dan tempat pembinaan.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto menyatakan, Program Wirausaha Petani ini sebelumnya telah dilaksanakan dan dirintis di Provinsi Jawa Barat yaitu Indramayu, Karawang, Purwakarta, Cianjur, Garut, Sumedang, Majalengka, Tasikmalaya dan Ciamis, yang dikoordinasikan BUMN di masing-masing wilayah melalui pembentukan kelembagaan Perseroan Terbatas (PT).

Menteri Rini saat meresmikan SPBT KaliputihKec. Kutowinangun, Kab Kebumen, Jawa Tengah pada Rabu ( 2/10). Foto: dok. Kementerian BUMN
Menteri Rini saat meresmikan SPBT KaliputihKec. Kutowinangun, Kab Kebumen, Jawa Tengah pada Rabu ( 2/10). Foto: dok. Kementerian BUMN


“Sejalan dengan visi BUMN hadir untuk negeri, kami mengimplementasikan program ini dengan mengusung pendekatan dari petani, oleh petani dan untuk petani. Harapannya, tentu petani akan memiliki kemampuan yang lebih, tidak hanya mengelola lahan pertanian, tapi juga dari sisi manajemen perusahaan,” kata Sulaiman.

Dia menjelaskan, para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) disinergikan secara kelembagaan dengan badan usaha milik desa (BUMDes) untuk menghasilkan suatu usaha yang berskala ekonomi dan professional agar mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani dan masyarakat sekitar secara berkesinambungan dalam jangka panjang.

Untuk memastikan kualitas hasil tanam pada program SPBT, Sulaiman mengu raikan, PT yang dibentuk akan bekerjasama dengan Dinas Pertanian setempat untuk mendapatkan pembinaan tentang perencanaan tanam dan cara budidaya tani terbaik.

Menteri Rini bersama murid-murid SD Desa Kaliputih, Kec. Kutowinangun, Kab Kebumen, Jawa Tengah pada Rabu ( 2/10). Foto: dok. Kementerian BUMN
Menteri Rini bersama murid-murid SD Desa Kaliputih, Kec. Kutowinangun, Kab Kebumen, Jawa Tengah pada Rabu ( 2/10). Foto: dok. Kementerian BUMN

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, Pertamina sebagai BUMN senantiasa mendukung program-program pemerintah dan selalu berupaya berkontribusi positif untuk masyarakat.

"Selaku BUMN, sudah merupakan tugas Pertamina untuk terus memberikan sumbangsih kepada negara dan masyarakat. Melalui kerjasama dengan Bank Mandiri yang merupakan bentuk sinergi BUMN, kami bertujuan mengharaapkan agar kegiatan ini dapat menjadi nilai tambah untuk masyarakat Kebumen pada khususnya dan meningkatkan ketahanan pangan secara nasional pada umumnya," terang Nicke.

Sedangkan pada permodalan, PT tersebut akan didukung oleh Bank Mandiri dan Himbara untuk mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat - KUR dan distribusi Kartu Tani sesuai data dari Kementerian Pertanian/Dinas Pertanian agar petani dapat menikmati pupuk bersubsidi dari PIHC.

“Pendekatan ini telah dijalankan. Di SPBT Pamarican misalnya, lembaga PT Mitra Desa Pamarican kini telah membukukan nilai omset penjualan beras berkualitas unggul sebesar Rp 18 miliar dari Januari sampai dengan per Juli 2019 yang dinikmati bersama oleh petani setempat,” tambah Sulaiman.

Dia melanjutkan, sinergi BUMN dan pejabat daerah setempat melalui program SPBT akan terus digalakkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah lain di Indonesia.

“Kami optimistis program SPBT untuk Mewirausahakan Petani ini dapat meningkatkan kesejahteraan Petani dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” tegas Sulaiman.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA