Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemerintah berikan diskon tarif tiket pesawat kelas ekonomi penerbangan domestik ke 10 destinasi wisata prioritas selama Maret-Mei 2020.

Pemerintah berikan diskon tarif tiket pesawat kelas ekonomi penerbangan domestik ke 10 destinasi wisata prioritas selama Maret-Mei 2020.

Maret, Penerbangan ke 10 Destinasi Diskon Hingga 50%

Thresa Sandra Desfika, Selasa, 25 Februari 2020 | 23:09 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemerintah bersama stakeholders perhubungan udara memberikan diskon tarif tiket pesawat kelas ekonomi penerbangan domestik ke 10 destinasi wisata prioritas selama Maret-Mei 2020. Hal tersebut guna menjaga tingkat kunjungan turis tetap terjaga di tengah penurunan jumlah wisatawan mancanegara ke Tanah Air akibat wabah Virus Korona.

Adapun 10 destinasi wisata yang dimaksud, adalah Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pandan, serta Tanjung Pinang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto R mengungkapkan, insentif yang disiapkan akan diberikan langsung kepada penumpang melalui diskon tarif pesawat. Setiap penerbangan domestik ke 10 destinasi yang dimaksud akan disediakan kuota diskon untuk 25% dari total kapasitas kursi setiap pesawat. Besaran diskonnya pun tergantung dari kelas layanan yang diberikan oleh masing-masing maskapai.

"Untuk full service diskonnya 45%, medium service 48%, dan nofrill (low cost carrier/LCC) diskon 50%. Diskon ini diterapkan dalam jangka waktu tiga bulan atau pada saat low season," ujar Novie di Jakarta, Selasa (25/2).

Novie menambahkan, insentif diberikan dalam rangka menjaga daya beli masyarakat tetap baik, khususnya untuk penerbangan domestik, di tengah wabah Virus Korona.

Menurut dia, dengan adanya insentif, pengurangan penerbangan akibat wabah Virus Korona diharapkan tertutup dengan lalu lintas penumpang penerbangan domestik yang meningkat karena adanya insentif itu.

Dalam memberikan insentif ini, pemerintah turut melibatkan PT Pertamina, PT Angkasa Pura I dan Angkasa Pura, hingga AirNav Indonesia.

"30% untuk insentif ini dari APBN sekitar Rp 500 miliar. Selain itu, ada kontribusi (diskon) fuel Pertamina, (diskon passenger service charge/PSC) dari penyelenggara layanan bandara, dan juga insentif dari penyedia layanan navigasi penerbangan," imbuh Novie.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN