Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan produksi industri makanan di Pasuruan, Jawa Timur. Foto: Amrozi Amenan

Kegiatan produksi industri makanan di Pasuruan, Jawa Timur. Foto: Amrozi Amenan

Masih Banyak Pengusaha di Jatim Belum Nikmati Stimulus Pajak

Selasa, 7 Juli 2020 | 22:52 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Stimulus pajak belum bisa dinikmati oleh seluruh para pengusaha di Jawa Timur. Pasalnya, banyak dari  mereka belum memakai jasa konsultan pajak.

Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal Kamar Dagang dan Industri Jatim, Darno, mengatakan bahwa dalam kondisi ekonomi yang sulit ini, pengusaha harus bisa mememanfaatkan stimulus pajak yang telah disediakan pemerintah. Harapanya, stimulus pajak ini bisa mengurangi beban dan meningktakan cash flow perusahaan.

"Yang menjadi kendala memang baru sekitar 30% pengusaha yang memakai jasa konsultan pajak. Hal ini di tambah dengan protokol PSBB yang mengharuskan bekerja dengan online, sehingga orang akan semakin sulit untuk mendapatkan penjelasan melalui kantor pajak. Dengan peraturan perpajakan yang terus berkembang hal ini menjadi tanggung jawab bersama termasuk DJP dan Kadin Jatim dalam menyosialisasikan ini," ungkap Darno dalam Webinar ‘Stimulus Pajak Terkait Covid-19’, Selasa (7/7/2020), yang digelar Kadin Jatim bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jatim I dan diikuti sekitar 296 peserta.

Menurut Darno, saat ini yang bisa memanfaatkan stimulus tersebut adalah para pengusaha yang memakai jasa konsultan pajak dan pelaku UMKM yang mendapatakan keringanan pajak pajak dari 0,5% menjadi nol persen.

"Kita harus mendorong terus agar stimulus terkait PPh pasal 21, PPh pasal 22, PPh pasal 25 dan PPN juga bisa dimanfaatkan," katanya.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengatakan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan kinerja industri di Jatim menurun. Bahkan, di masa kenormalan baru sekarang kegiatan mereka masih jauh dari normal. Jumlah pegawai yang masuk masih sekitar 30% hingga 50%, sehingga kegiatan produksi juga belum sepenuhnya berjalan normal.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto saat mengikuti webinar Stimulus Pajak Terkait Covid-19, Selasa (7/7/2020). Foto:Istimewa
Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto saat mengikuti webinar Stimulus Pajak Terkait Covid-19, Selasa (7/7/2020). Foto:Istimewa

Lebih mengenaskan bisnis perhotelan, jumlah tamu hanya tiga sampai lima orang, sedangkan biaya operasional seperti bayar listrik masih tetap harus dibayarkan.

Adanya stimulus pajak ini tentu sangat membantu cashflow mereka. Kadin Jatim juga terus berupaya menfasilitasi dan mendorong mereka untuk memanfaatkan stimulus pajak tersebut.

“Kita berharap melalui sosialisasi seperti ini akan banyak lagi pengusaha yang mengetahui mekanisme dan pemanfaatannya untuk bisa mengurangi beban mereka yang sedang menghadapi tantangan krisis akibat Corona dengan tetap menjalanakan kewajiban membayar pajak,” ujar Adik.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I, Eka Sila Kusna Jaya menyampaikan apresiasinya terhadap para pengusaha anggota Kadin Jatim karena di masa krisis akibat Covid-19 ini tetap berkontribusi kepada negara melalui kewajiban bayar pajak.

“Harapannya pajak yang memberi kontribusi lebih dari 85% terhadap pendapatan nasional ini adalah solusi bersama dan bukan beban atau masalah bagi pengusaha,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN