Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

Masih Dibayangi Ketidakpastian Namun Pemulihan Ekonomi Global Tetap Berlanjut

Selasa, 21 September 2021 | 16:14 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi global akan berlanjut dengan proyeksi capaian pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8%.

Ia menjelaskan laju pemulihan ekonomi di Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Jepang pada paruh kedua 2021 cenderung lebih lambat dari perkiraan.

Di sisi lain, pemulihan ekonomi di berbagai negara kawasan Eropa dan Amerika Latin cenderung lebih tinggi sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi global.

“Pemulihan perekonomian global diprakirakan berlanjut meskipun dampak kenaikan kasus Covid-19 dan gangguan rantai pasokan di beberapa negara perlu diwaspadai,”tuturnya dalam Konferensi Pers RDG BI, Selasa (21/9).

Perry menjelaskan bahwa, kinerja berbagai indikator dini pada Agustus 2021, seperti Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur dan penjualan eceran tetap kuat, di tengah indikasi lebih lamanya transportasi barang seperti tercermin pada PMI Suppliers' Delivery Times Index.

Sementara itu, untuk volume perdagangan dan harga komoditas dunia tumbuh kuat, sehingga menopang prospek ekspor negara berkembang.

Meski begitu, Perry tak menampik bahwa ketidakpastian pasar keuangan global belum sepenuhnya mereda yang patut diwaspadai Indonesia.

“Ketikdapatsian diantaranya disebabkan adanya isu  kegagalan bayar korporasi di pasar keuangan Tiongkok, rencana pengurangan stimulus (tapering) oleh the Fed, serta peningkatan kasus Covid-19. Perkembangan tersebut berpengaruh terhadap preferensi investor global atas aliran portofolio ke negara berkembang,”tegasnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN