Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Amada pesawat Garuda. Foto: DEFRIZAL

Amada pesawat Garuda. Foto: DEFRIZAL

HARGA TIKET RI TERMURAH KEENAM DI DUNIA

Maskapai Asing akan Masuk Bertahap

Thresa Sandra Desfika, Rabu, 12 Juni 2019 | 14:01 WIB

JAKARTA -- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, rencana pemerintah untuk mengundang maskapai asing beroperasi di Indonesia bakal dilakukan bertahap. Selain itu, maskapai asing akan diminta turut melayani rute-rute domestik yang masih kurang menguntungkan.

"Ya bisa (undang maskapai asing) nanti tapi kita harus lakukan secara bertahap. Tidak boleh juga terus hal ini dilakukan semuanya cepat. Presiden maksudnya begitu juga," kata Luhut di Jakarta, Selasa (11/6).

Luhut B Pandjaitan. Foto: IST
Luhut B Pandjaitan. Foto: IST

 

Di samping itu, kata Luhut, maskapai asing berbendera Malaysia, yakni Air Asia sebenarnya sudah beroperasi di Indonesia. Maskapai tersebut bisa dioptimalkan dengan diberikan penambahan rute penerbangan, namun Luhut ingin agar Air Asia tak hanya beroperasi di rute-rute gemuk.

"Kan sudah ada (maskapai asing Air Asia). Tinggal nanti kita lihat pelan-pelan tidak terburu-buru (undang maskapai asing lain). Air Asia ini sekarang dia boleh saja dapat rute tapi jangan hanya rute gemuk dong," paparnya.

Luhut menilai, Air Asia juga harus mau melayani rute-rute lain yang mungkin pasarnya belum terlalu menjanjikan. Rute-rute yang dimaksud ini bisa disubsidi oleh pihak maskapai.

"Dia juga harus mau (melayani) pada rute-rute yang juga subsidi. Nah itu membuat supaya lebih efisien," sebut Luhut.

Luhut Binsar Pandjaitan juga menyebut maskapai asing bisa saja masuk ke Indonesia guna mendorong harga tiket pesawat yang lebih kompetitif, namun hal itu masih terus dikaji. "Sekarang kan sudah ada Air Asia. Nantilah kita lihat pelan-pelan, ndak terlalu buru-buru," kata dia.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA