Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peluncuran GrabWheels di Kampus UI Depok. (Sumber: Grab Indonesia/IST)

Peluncuran GrabWheels di Kampus UI Depok. (Sumber: Grab Indonesia/IST)

Mayoritas Responden Sebut Skuter Listrik Sarana Rekreasi

Thresa Sandra Desfika, Jumat, 29 November 2019 | 18:40 WIB

JAKARTA, investor.id - Research Institute of Socio Economic Development (RISED) mengeluarkan hasil surveinya terkait fenomena penggunaan skuter listrik di Jakarta. Dari 1.000 orang responden, 65,2% di antaranya menyebut skuter listrik di Jakarta cenderung menganggapnya sebagai sarana rekreasi.

Ketua Tim Peneliti RISED Rumaya Batubara menyebutkan, 34,8% responden lainnya menganggap tujuan penggunaan skuter listrik untuk alat transportasi. "Skuter listrik belum dianggap sebagai alat transportasi oleh responden,” kata dia di Jakarta, Jumat (29/11)

Rumaya menambahkan, riset dilakukan dua pekan lalu. Hal ini bagian dari komitmen pihaknya memperkaya perdebatan publik dari sisi konsumen pengguna suatu transportasi publik.

Dia melanjutkan, sebanyak 81,8% responden mendukung rencana pembatasan penggunaan skuter listrik di Jakarta. Sedangkan sisanya, menilai penggunaan skuter listrik tak perlu dibatasi.

Sementara itu, Executive Director Rujak Center For Urban Studies Elisa Sutanudjaja mengusulkan, pemanfaatan skuter listrik sebaiknya dibatasi di daerah tertentu, seperti di objek wisata, kawasan kampus, dan sebagainya.

"Di Kampus Ohio State University, skuter listrik membantu mahasiswanya bergerak di area kampus yang luas. Atau bisa digunakan di tempat wisata, tetapi tentunya dengan menerapkan standar yang tinggi," papar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA