Menu
Sign in
@ Contact
Search
Blok Masela

Blok Masela

NILAI INVESTASI CAPAI RP 297,75 TRILIUN

Mega Proyek Masela Jadi Bahasan Pertemuan Airlangga-JBIC

Selasa, 26 Juli 2022 | 11:25 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) Abadi Blok Masela di Maluku yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi salah topik bahasan pada pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) yang baru, Nobumitsu Hayashi, di Hotel Imperial, Tokyo, Senin (25/7/2022).

“Proyek Masela akan menjadi semakin strategis, terutama pasca perang Ukraina dan Rusia dan karena melonjaknya kebutuhan gas dari negara-negara G7,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Senin (25/7/2022) malam, terkait hasil petemuan dengan Gubernur JBIC Nobumitsu Hayashi di hari yang sama.

Menurut Airlangga, nilai investasi Proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) Abadi Blok Masela itu sangat besar yaitu mencapai US$ 19,85 miliar atau setara dengan Rp 297,75 trilun. Ia menambahkan, gas menjadi sangat penting karena dapat digunakan sebagai bahan baku ammonia dan pupuk, selain untuk memproduksi methanol yaitu salah satu bahan campuran (blending) untuk biofuel.

“Namun demikian, proyek ini mempunyai tantangan ke depan yaitu adanya percepatan transisi energi, persyaratan dekarbonisasi, dan perubahan industri hulu migas, sehingga perlu dievaluasi dan diidentifikasi ulang mengenai ruang lingkup proyeknya,” jelas Airlangga.

Sedangkan Hayashi menyatakan, Indonesia adalah negara sangat strategis dan merupakan customer JBIC terpenting. “Karena itu saya sangat berbahagia bisa bertemu langsung dengan Menko Airlangga dan Menteri Agus. Dukungan JBIC di bidang energi dengan mendukung listrik 11,6 GW yang sangat membantu pembangunan ekonomi Indonesia,” ucap dia.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga didampingi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso. Pertemuan selama hampir dua jam itu berlangsung dengan pembahasan yang lebih fokus kepada berbagai proyek JBIC yang ada di Indonesia.

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas), proyek Kilang LNG Masela yang dikerjakan oleh Inpex Masela Ltd, unit Inpex Corporation asal Jepang, hingga kini belum menunjukkan kemajuan signifikan. Padahal, revisi rencana pengembangan (plan of development/PoD) Blok Masela ini telah disetujui Pemerintah Indonesia pada 16 Juli 2019 lalu, dan ditargetkan bisa mulai bisa beroperasi pada 2027 mendatang.

Tingkatkan Investasi

Selain membahas mengenai energi, pertemuan juga membahas pengembangan sektor otomotif di Indonesia. Di Indonesia, hampir 90% prinsipalnya berasal dari Jepang dan JBIC ikut membiayai pengembangan sektor otomotif.

“Kami mendukung investasi perusahaan Jepang di sektor manufaktur terutama di sektor otomotif, karena dengan dukungan kuat Pemerintah RI selama ini, otomotif Jepang menjadi sangat dicintai di Indonesia bahkan melebihi di Jepang sendiri. JBIC akan lebih mendorong peningkatan nilai dari investasi yang sudah ada,” terang Hayashi.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang berharap agar ada proyek-proyek industri manufaktur besar di Indonesia dapat didukung oleh JBIC. Hayashi menyambut baik harapan Agus dan menjanjikan akan terus mendukung investasi perusahaan Jepang di industri manufaktur, khususnya sektor otomotif.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com