Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menaker Ida Fauziyah. Foto: Humas Kementerian Ketenagakerjaan

Menaker Ida Fauziyah. Foto: Humas Kementerian Ketenagakerjaan

Menaker Berharap DPR Segera Sahkan RUU Cipta Kerja

Sabtu, 29 Agustus 2020 | 20:51 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah Pemerintah berharap DPR segera mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi UU yang mampu membentuk ekosistem ketenagakerjaan yang lebih baik. Hal itu disampaikan Menaker saat menjadi keynote speaker dalam webinar  bertema Peluang dan Tantangan RUU Cipta Kerja yang diselenggarakan Injabar dan Universitas Padjajaran, Jumat (28/8/2020).

Menaker menegaskan, tidak benar kalau RUU Cipta Kerja hanya untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas dengan mempermudah investasi. Sebab, RUU Cipta Kerja juga mengakomodasi kelangsungan bekerja, peningkatan perlindungan pekerja, serta kelangsungan usaha yang berkesinambungan. 

"Kepentingan dari UU ini  adalah mengakomodasi kebutuhan kesempatan kerja yang lebih luas, tetapi di situ kami harus jaga kelangsungan bekerja dan meningkatkan perlindungan pekerja dan buruh, serta kelangsungan usaha yang berkesinambungan. Ketiganya harus seimbang,” kata dia. 

Dalam pemaparannya, Menaker menjelaskan, RUU Cipta Kerja adalah bagian dari ikhtiar  yang diambil pemerintah guna mewujudkan visi Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera.  Pemerintah melihat sejumlah peluang dan tantangan yang ada saat, antara lain pertumbuhan ekonomi yang masih rendah, pengangguran yang masih tinggi, perlunya pembangunan sumber daya manusia (SDM), tantangan perkembangan ekonomi digital, dan tren teknologi yang mengubah lanskap bisnis ke depan. 

Hal itu, kata dia, memengaruhi peta kebutuhan tenaga kerja dan perubahan pola hubungan kerja yang semakin dinamis dan fleksibel. Selain itu, diperlukan peningkatan daya saing investasi melalui kemudahan berusaha dan penataan regulasi yang tumpang tindih yang mempengaruhi kecepatan dalam menangkap peluang investasi untuk penciptaan lapangan pekerjaan dan pengembangan UMKM.

Kebutuhan UU Cipta Kerja, kata dia, semakin terasa ketika dihadapkan pada pandemi Covid 19, yang tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga ekonomi, seperti terganggunya ekonomi, terhambatnya produksi dan pemasaran hasil produksi akibat kebijakan pembatasan sosial skala besar dan lockdown di beberapa negara, menurunnya jumlah perusahaan yang mampu melangsungkan usaha dan memenuhi hak pekerja yang kemudian berimbas pada pemutusan hubungan kerja, serta terhambatnya aktivitas ekonomi UMKM.

Kehadiran UU Cipta Kerja, kata dia, diharapkan dapat menjadi landasan institusional dan menciptakan lapangan kerja yang mengalami suply shock setelah pandemi yang berakibat meningkatnya jumlah pengangguran. "RUU Cipta Kerja diharapkan dapat menghadirkan perubahan struktur ekonomi yang dapat menggerakkan semua sektor sehingga dapat meningkatkan investasi dan lapangan kerja yang berkualitas," ujar Fauziyah. 
 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN