Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam sembutannya pada Rapat kerja Kementerian Perdagangan, Kamis (4/3/2021). Sumber: BSTV

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam sembutannya pada Rapat kerja Kementerian Perdagangan, Kamis (4/3/2021). Sumber: BSTV

RAKERNAS KEMENDAG 2021,

Mendag: Indonesia Jadi Kekuatan Industri

Kamis, 4 Maret 2021 | 10:47 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, saat ini Indonesia telah menjadi  kekuatan industri di dunia serta tidak lagi mengekspor barang mentah dan barang setengah jadi.

“Hal yang dapat menjadi catatan menggembirakan adalah 81,2% dari total ekspor Indonesia adalah dalam bentuk  barang industri primer dan ekspor manufaktur,  yang menunjukkan transformasi nyata bahwa Indonesia telah menjadi kekuatan industri, dan tidak lagi hanya mengekspor barang mentah dan barang setengah jadi,” kata Mendag pada pembukaan Rakernas Kementerian Perdagangan Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Rakernas yang dibuka Presiden Joko Widodo, dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, para kepala dinas perdagangan di seluruh Indonesia, dan atase perdagangan di berbagai negara akreditasi.

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dan meresmikan Rapat kerja Kementerian Perdagangan, Kamis (4/3/2021). Sumber: BSTV
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dan meresmikan Rapat kerja Kementerian Perdagangan, Kamis (4/3/2021). Sumber: BSTV

Mendag mengatakan, pada tahun 2020, ekspor Indonesia ke sejumlah kawasan  tradisional dan non tradisional masih menunjukkan pertumbuhan, yaitu ke Eropa Barat naik sebesar 17,07%, Amerika Utara naik 3,51%, Asia Timur naik 4,01%, Eropa Timur naik 9,99%, dan Afrika Timur naik 8,09%.

Bahkan, lanjutnya, ketika pandemi Covid-19 melanda di seluruh dunia pada tahun 2020, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$ 21,7 miliar, meskipun surplus tersebut lebih dikarenakan nilai impor Indonesia yang turun lebih besar dari pada ekspor.

Di sisi lain, kata Mendag, secara umum kinerja perdagangan nasional pada tahun 2020 mengalami pelemahan.

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dan meresmikan Rapat kerja Kementerian Perdagangan, Kamis (4/3/2021). Sumber: BSTV
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dan meresmikan Rapat kerja Kementerian Perdagangan, Kamis (4/3/2021). Sumber: BSTV

“Kinerja sektor perdagangan besar dan eceran mengalami pelemahan, termasuk perdagangan kendaraan bermotor yang menjadi salah satu indikator transaksi perdagangan mengalami koreksi sebesar 3,72%,” katanya.

Ia mengatakan,  menurut perhitungan lapangan usaha, sektor perdagangan masih mampu memberikan kontribusi sebesar Rp 1.995% triliun atau setara 12,93% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sementara itu, berdasarkan pendekatan pengeluaran, nilai total barang dan jasa yang diperdagangkan yang dicerminkan oleh nilai konsumsi masyarakat dalam negeri, memberi kontribusi sebesar 58,97% dalam pendapatan nasional.

“Ditambah ekspor barang dan jasa sebesar 17,17% disertai impor sebesar 16,2%,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN