Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana warga saat berbelanja di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (23/4/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Suasana warga saat berbelanja di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (23/4/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Mendag Minta Pasar Tradisional Tetap Beroperasi

Sanya Dinda, Senin, 4 Mei 2020 | 10:11 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto meminta pasar tradisional harus tetap beroperasi di tengah pandemi Covid-19, dengan tetap menjaga kebersihan pasar dan kesehatan pedagang, serta pembeli.

Mendag akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB), satuan tugas di daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota, serta asosiasi terkait untuk memonitor operasional pasar rakyat.

"Kami berharap operasional pasar rakyat dapat menjaga perekonomian terutama rakyat kecil. Covid-19 berdampak luas ke pedagang dan pelaku usaha pasar rakyat dan ritel, karena omzet menurun. Bahkan, ada beberapa pasar yang tutup," kata Mendag dalam keterangan resminya, Minggu (4/5).

Dia menuturkan, ini harus segera ditangani agar nasib pedagang kecil, termasuk petani, nelayan, peternak, dan industri kecil tidak terpuruk. Tetapi, pasar rakyat diharapkan tetap beroperasi, dengan menerapkan jaga jarak sosial, serta mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, agar dapat mengurangi penyebaran Covid-19 di Indonesia. Selain itu,Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin ketersediaan berang kebutuhan pokok dan penting dengan harga stabil.

Berdasarkan catatan Kemendag, dari laporan sementara 285 kabupaten dan kota, jumlah pedagang di pasar rakyat rata-rata menurun sebesar 29%. Penurunan juga terjadi pada omset pedagang sebesar rata-rata 39%
sebagai imbas dari sepinya pembeli selama Covid-19 di Indonesia.


Nasib serupa, menurut data itu, juga dirasakan pelaku usaha ritel yang omzetnya menurun 90%, dan pasokan barang menurun sebesar 50%. Alhasil, kemampuan pedagang dalam menyelesaikan berbagai kewajiban, seperti pembayaran pajak, sewa, listrik dan gas, cicilan pinjaman, maupun gaji pegawai berkurang.

Karena itu, Mendag meminta kepada pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dan desa untuk mengizinkan pasar rakyat beroperasi dengan mematuhi protokol keselamatan yang ditetapkan pemerintah dalam antisipasi penyebaran Covid-19. Pasar rakyat juga diminta tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok dengan harga yang stabil bagi masyarakat.

Kemendag, kata dia, mendorong pemerintah provinsi atau kota untuk berinovasi, misalnya, menggunakan sistem pesan antarbarang melalui media sosial, seperti Whatsapp, Facebook, dan Instagram, sebagaimana telah dilakukan pengelola pasar di DKI Jakarta, Purbalingga, Palembang, Pontianak, Balikpapan, dan Denpasar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN