Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memberi sambutan di acara diskusi online Bangga dengan Belanja Barang Buatan Indonesia, Senin, 31 Mei 2021.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memberi sambutan di acara diskusi online Bangga dengan Belanja Barang Buatan Indonesia, Senin, 31 Mei 2021.

Mendag Pastikan Perdagangan Digital Adil

Selasa, 6 Juli 2021 | 19:28 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan, perdagangan digital berjalan adil. Sebab, pemerintah mencegah praktik perdagangan curang tanpa menerapkan kebijakan proteksionis.

“Indonesia  saat yang sama tidak mempunyai DNA dan karakteristik proteksionisme, tetapi saya pastikan, tidak ada satu negara yang bisa mengambil makan siang kita, karena ini sangat penting,” kata Lutfi dalam talkshow bertajuk Kemitraan Ekonomi dalam Ruang Ekonomi Digital, Selasa (6/7).

Menurut dia, Kemendag masih mempelajari terkait persaingan perdagangan digital untuk menciptakan equal playing field bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Pasalnya, penduduk Indonesia yang akan mencapai 350 juta orang akan membutuhkan pasar dalam negeri untuk menyerap produk lokal. Semua orang berhak mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dalam perdagangan digital.

Lutfi memperkirakan, pada 2030, nilai perekonomian digital Indonesia mencapai US$ 323 miliar. Pada saat itu, nilai tersebut telah mengalahkan nilai perekonomian digital di Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Hilirisasi dari perekonomian digital, menurut dia, juga akan membantu daya saing sektor logistik Indonesia.

“Ketika Presiden Jokowi masuk Istana Merdeka, ongkos logistik kita sekitar 26% GDP, hari ini sekitar 23%. Kita bisa perbaiki, sehingga sebelum akhir 2024, akan jadi sekitar 13%, hampir sama dengan Malaysia. Tetapi, untuk mencapai ini, peran digitalisasi ekonomi akan sangat penting,” imbuh dia.

Oleh karena itu, kata dia, Indonesia memerlukan teknologi, termasuk 5G, internet of things, cloud computing yang menjadi bagian penting dari hilirisasi digital. Dengan digitalisasi, nantinya Kementerian Perdagangan (Kemendag) tak lagi mesti mengatur harga pangan yang turun saat panen maupun naik saat musim kering.

“Sebab, banyak perusahaan-perusahaan teknologi yang akan memberikan panduan kepada petani, di mana mereka mendapat harga tinggi asal mereka mengikuti apa yang diminta teknologi tersebut,” imbuh Lutfi.

Dia sebelumnya memantau penggunaan teknologi digital di bidang perikanan. Menurut dia, diharapkan ke depan digitalisasi ini akan membantu petani, peternak, dan petambak untuk mendapatkan keuntungan yang lebih stabil. Digitalisasi juga diharapkan membantu petani, peternak, dan petambak mikro, kecil, dan menengah dalam mendapatkan pendanaan

 “Saya kemarin melihat E-Fishery, yang memasukkan kecerdasan buatan di kolam. Harganya cuma Rp 15 juta, tetapi mereka bisa melihat apakah pakan cukup untuk ikan, kondisi air bagus untuk kolam, dan mereka bisa lihat kalau kolam bagus. Mereka bisa memberikan financing dengan finansial teknologi pinjamannya, dan mereka dapat panen dengan harga lebih baik, ini akan menjadi tren hilirisasi teknologi,” ucap dia. 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN