Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Museum History of Java. Foto: Investor Daily/IST

Museum History of Java. Foto: Investor Daily/IST

Mengenal Tiga Museum di Yogyakarta

Minggu, 20 Juni 2021 | 10:55 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

YOGYAKARTA punya beragam daya pikat wisata. Kemolekan alam, kekayaan budaya, dan wisata sejarah, merupakan contoh tiga jenis wisata yang dapat dinikmati oleh para wisatawan.

Khusus bagi para pelancong yang gemar wisata edukasi dan sejarah, bisa singgah ke sejumlah museum yang berdiri di Yogyakarta dan sekitarnya. Mari kita tengok sejenak.

Museum Sisa Hartaku

Museum Sisa Hartaku. Foto: Investor Daily/IST
Museum Sisa Hartaku. Foto: Investor Daily/IST

Museum Sisa Hartaku terletak di Dusun Kepung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Museum ini menyimpan barang-barang yang masih tersisa dari letusan Gunung Merapi tahun 2010.

Saat itu, letusan Gunung Merapi terasa sangat dahsyat. Selain menimbulkan kerusakan, letusan juga merenggut korban jiwa.

Untuk mencapai Museum Sisa Hartaku membutuhkan waktu kurang lebih satu jam perjalanan dari Kota Yogyakarta. Sebelum dijadikan museum, seperti dilansir visitingjogja.com, dahulu bangunan tersebut adalah rumah dari seorang warga bernama Watinem.

Sriyanto, anak dari Watinem mengumpulkan sisa-sisa harta mereka yang tersapu erupsi dengan maksud mengenang kejadian tersebut sekaligus mengenang keluarganya yang menjadi korban. Semakin banyak barang yang terkumpul justru menarik minat orang untuk mampir dan melihat-lihat sisa barang tersebut. Lama-kelamaan semakin banyak orang yang datang tak hanya dari orang terdekat namun juga wisatawan. Hingga disebut sebagai Museum Sisa Hartaku karena isinya yang berupa koleksi sisa-sisa harta.

Museum Sisa Hartaku dapat dikunjungi setiap hari dan buka pukul 08.00 pagi hingga pukul 17.00 sore.

History of Java Museum

Museum History of Java Museum terletak di Jalan Parangtritis Km 5,5 Kecamatan Sewon, Bantul, DI Yogyakarta. Sejumlah benda bersejarah hadir menjadi koleksi museum ini.

Salah satu koleksinya adalah Hiasan Kayu Berukir Sosok Semar. Hiasan ukir kayu ini ini diperkirakan muncul pada abad 19. Sosok Semar diukir sebagai hakikat bagi penganut kepercayaan tertentu atau kapitayan.

Koleksi lainnya adalah Tempat Mencuci Keris yang ada pada abad ke-18. Koleksi benda kuno yang jadi  sisi menarik dari History Of Java Museum ini menjadi aset berharga yang masih tersimpan hingga saat ini.

Sesuai dengan namanya tempat unik ini berfungsi sebagai penghilang noda atau karat yang sering muncul pada bilah keris. Jamasan atau tempat pencuci keris ini dilengkapi dengan sabut kepala, batu bata, jeruk nipis, dan bahan pencuci keris lainnya. Teknik perawatan keris yang seperti ini bermula sejakzaman Majapahit. Kemudian ada Kentongan.

Benda kuno kentongan menjadi salah satu  koleksi yang tidak kalah uniknya dibandingkan dengan benda-benda purba lainnya. Koleksi ini memiliki bentuk berupa sosok laki-laki memakai kopiah. Kabarnya kentongan ini berasal sejak abad ke-17 pada zaman kerajaan Mataram. Masih banyak koleksi benda bersejarah lainnya di History of Java Museum yang dapat Anda nikmati. 

History of Java Museum

Museum History of Java Museum terletak di Jalan Parangtritis Km 5,5 Kecamatan Sewon, Bantul, DI Yogyakarta. Sejumlah benda bersejarah hadir menjadi koleksi museum ini. Salah satu koleksinya adalah Hiasan Kayu Berukir Sosok Semar.

Hiasan ukir kayu ini ini diperkirakan muncul pada abad 19. Sosok Semar diukir sebagai hakikat bagi penganut kepercayaan tertentu atau kapitayan. Koleksi lainnya adalah Tempat Mencuci Keris yang ada pada abad ke-18. Koleksi benda kuno yang jadi sisi menarik dari History Of Java Museum ini menjadi aset berharga yang masih tersimpan hingga saat ini.

Sesuai dengan namanya tempat unik ini berfungsi sebagai penghilang noda atau karat yang sering muncul pada bilah keris. Jamasan atau tempat pencuci keris ini dilengkapi  dengan sabut kepala, batu bata, jeruk nipis, dan bahan pencuci keris lainnya. Teknik perawatan keris yang seperti ini bermula sejak zaman Majapahit.

Kemudian ada Kentongan. Benda kuno kentongan menjadi salah satu koleksi yang tidak kalah uniknya dibandingkan dengan benda-benda purba lainnya. Koleksi ini memiliki bentuk berupa sosok laki-laki memakai kopiah. Kabarnya kentongan ini berasal sejak abad ke-17 pada zaman kerajaan Mataram. Masih banyak koleksi benda bersejarah lainnya di History of Java Museum yang dapat Anda nikmati.

Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala

Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla) masuk ke dalam kategori Museum Sejarah dan Perjuangan.Muspusdirla atau yang lebih dikenal dengan sebutan Museum Pesawat Terbang ini terletak di komplek Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta.

Menempati areal seluas 12.000 m², museum kebanggaan warga TNI Angkatan Udara ini memamerkan 61 koleksi pesawat terbang. Koleksi pesawat terbang yang dipamerkan merupakan bagian dari kekuatan TNI Angkatan Udara yang dulu pernah ikut menjaga dirgantara Indonesia. Selain koleksi pesawat terbang, museum juga memamerkan beberapa koleksi lain, seperti pakaian peninggalan pahlawan nasional dari TNI Angkatan Udara, diorama pembentukan dan peran TNI Angkatan Udara.

Salah satu koleksi yang sangat penting dalam sejarah cikal bakal TNI AU adalah replika pesawat Dakota C-47 dengan nomor seri VT-CLA yang ditembak Belanda dan jatuh di daerah Ngoto, Bangunharjo, Sewon Bantul pada tanggal 29 Juli 1947. Jatuhnya pesawat tersebut menewaskan para perintis dan pendahulu Angkatan Udara, yaitu Komodor Muda Udara Adisutjipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrahman Saleh, serta Opsir Muda Udara I Adisumarmo Wirjokoesoemo. (dirangkum dari visitingjogja.com)

Baca juga

https://investor.id/business/pilihan-tempat-menginap-di-yogyakarta

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN