Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kapal Pelni. Foto: Pelni

Kapal Pelni. Foto: Pelni

Menhub Apresiasi Pelni Layani Angkutan Laut Hingga ke Daerah Terpencil.

Kamis, 4 Agustus 2022 | 00:07 WIB
Tri Murti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan apresiasinya kepada PT Pelni (Persero) yang selama ini telah membantu pemerintah memberikan pelayanan angkutan laut baik penumpang, maupun logistik hingga ke daerah-daerah terpencil.

“Lakukan tugas dengan sepenuh hati yang mampu memberi arti kepada masyarakat. Ke depan, kompetisi semakin ketat. Kalau Pelni tidak efisien satu saat akan ditinggalkan. Untuk itu, lakukan upaya transformasi dengan baik dan sungguh-sungguh,” kata Menhub saat memberikan sambutan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) PT Pelni Tahun 2022 dalam pernyataan resminya pada Rabu (3/8/2022).

Rapim PT Pelni tahun 2022 yang bertema Perkuat Fundamental dan Transformasi Perusahaan Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan ini turut dihadiri sejumlah pihak di antaranya Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt Mugen dan Komisaris Utama Pelni Ali Masykur Musa.

Lebih lanjut Menhub meminta jajaran PT Pelni terus meningkatkan kinerjanya dengan selalu konsisten melakukan perubahan atau transformasi.

“Terus lakukan perubahan dan pastikan apa yang dilakukan bisa netes atau dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Menhub.

Menhub menyebutkan, Kemenhub diberikan amanah oleh Presiden Joko Widodo untuk memastikan konektivitas laut terlaksana dengan baik. Adapun sejumlah tantangan yang harus dihadapi di sektor transportasi laut, misalnya harus menjangkau daerah terpencil, disparitas harga, dan lain sebagainya.

“Di sinilah Pelni mendapatkan amanah dari pemerintah melalui penyediaan kapal perintis, tol laut, dan kegiatan lainnya yang harus dapat diandalkan,” ucap Menhub.

Sejumlah upaya transformasi yang harus dilakukan Pelni di antaranya yaitu melakukan digitalisasi layanan, mengefisienkan operasional kapal, memetakan dan menyeleksi daerah-daerah yang memiliki potensi untuk dilayani, dan melakukan pengelolaan SDM Pelni yang berkarakter agile (lincah), memiliki kapasitas dan kompetensi, serta mau berubah menjadi lebih baik.

Ke depan, Menhub berharap kepada Pelni agar tidak hanya bergantung pada subsidi dari pemerintah, tetapi terus melakukan pengembangan usahanya.

“Subsidi mestinya hanya sementara. Ketika kita mampu melakukan kegiatan lebih baik, maka sudah bisa menjadi komersial,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pelni Tri Andayani menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan pemerintah melalui Kemenhub, untuk melayani kebutuhan masyarakat akan transportasi laut.

Ia mengatakan sejak tahun 2018, penugasan yang diberikan kepada Pelni, berupa public service obligation (PSO) dan subsidi menunjukkan tren yang meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia tengah dan timur.

'“Kepercayaan ini kami tunjukkan dengan kinerja produksi yang terus meningkat khususnya pada aktivitas muatan barang,” ujarnya.

Trayek Tol Laut

Sementara itu, sebelumnya Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Yahya Kuncoro Pelni menjelaskan, sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak pada bidang transportasi laut Pelni saat ini mengoperasikan 26 kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas.

Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 44 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP) di mana kapal perintis menyinggahi 281 pelabuhan dengan total 3.695 ruas. Pelni juga mengoperasikan sebanyak 16 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini Pelni mengoperasikan 10 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk angkutan ternak.

Pelni mencatat selama semester I-2022 telah melayani sebanyak 1.915.188 penumpang, naik 155% dibandingkan periode yang sama di tahun 2021. Kapal penumpang terjadi kenaikan 60% atau telah mengangkut 1.550.891 penumpang. Sementara untuk kapal perintis mengalami kenaikan 36% atau sejumlah 364.207 penumpang.

"Jumlah penumpang kapal Pelni terus mengalami pertumbuhan seiring dengan peningkatan layanan terutama karena penambahan channel penjualan tiket yang semakin luas," kata Yahya.

Yahya mengatakan, lima wilayah dengan jumlah penumpang tertinggi meliputi Makassar, Bau-Bau, Surabaya, Ambon, dan Balikpapan. Selama periode semester 1-2022, ada lima pelabuhan dengan penumpang terbanyak untuk embarkasi (keberangkatan) yaitu Makassar sebanyak 137.629 penumpang, Bau-Bau 102.229 penumpang, Surabaya 102.054 penumpang, Ambon 84.491 penumpamh dan Balikpapan 76.184 penumpang.

Sedangkan untuk pelabuhan dengan jumlah penumpang terbanyak untuk debarkasi (kedatangan) meliputi Makassar sebanyak 133.729 penumpang, Surabaya 117.634 penumpang, Bau-Bau 97.601 penumpang, Balikpapan 85.914 penumpang, dan Ambon 74.645 penumpang.

Yahya menambahkan ruas pelayaran terpadat tercatat pada ruas Belawan - Batam dengan jumlah penumpang sebanyak 39.924 disusul dengan ruas Batam - Belawan 35.646 penumpang,, Pare Pare - Tarakan 26.142 penumpang, Makassar - BauBau 23.330 penumpang dan Bau Bau - Makassar 22.995 penumpang.

"Sebaran penumpang kapal Pelni masih di dominasi pada wilayah tengah sebesar 48%, wilayah timur sebesar 27% dan wilayah barat 25% ," papar Yahya.

Editor : Amrozi (ros_amrozi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com