Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menhub Budi Karya Sumadi dalam acara BeritaSatu Economic Outlook 2022 hari ke-3, Rabu (24/11/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim

Menhub Budi Karya Sumadi dalam acara BeritaSatu Economic Outlook 2022 hari ke-3, Rabu (24/11/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim

Menhub: Creative Financing Sudah Common di Infrastruktur Perhubungan

Rabu, 24 November 2021 | 15:02 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menekankan model creative financing (pembiayaan kreatif) pada proyek infrastruktur perhubungan kini sudah awam dipraktikkan.

Karena itu, dia mengharapkan investor swasta baik dalam negeri maupun luar negeri tak ragu berpartipasi dalam pembiayaan infrastruktur transportasi di Indonesia dalam jangka panjang.

"Kami mengembangkan creative financing. Jadi ini sudah common (umum) di dunia perhubungan. Tolong sampaikan kepada khalayak kami welcome untuk (investor swasta) masuk dalam investasi jangka panjang di perhubungan," kata Budi dalam BeritaSatu Economic Outlook 2022 pada gelaran hari ke-3 bertema Akselerasi Pembangunan Transportasi Nasional, Rabu (24/11).

Menhub Budi Karya Sumadi dalam acara BeritaSatu Economic Outlook 2022 hari ke-3, Rabu (24/11/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim
Menhub Budi Karya Sumadi dalam acara BeritaSatu Economic Outlook 2022 hari ke-3, Rabu (24/11/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim

Budi mengatakan, Kemenhub sangat mendukung peran swasta dengan mengembangkan model pembiayaan kreatif. Tujuannnya adalah untuk mengurangi backlog pendanaan pada proyek-proyek besar serta untuk memberikan kesempatan swasta untuk mengelola atau bahkan memiliki bandara, pelabuhan, hingga terminal.

"Saya sudah sampaikan kepada Kadin kepada asosiasi mari kita sama-sama membangun negeri dengan dana-dana swasta dan kita juga tentu harus memiliki kelayakan ekonomi finansial, baik itu kriteria (proyek) brown field atau green field," imbuh Budi.

Menurut dia, setidaknya ada dua model pembiayaan kreatif. Pertama, jika kerja sama menggandeng BUMN, maka diterapkan kerja sama pemanfaatan (KSP). Kedua, apabila kerja sama dengan swasta maka yang diimplementasikan adalah model kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Dia mengatakan, untuk model KSP sudah ada beberapa contoh sukses, seperti KSP bandara di Belitung, Lampung, Bengkulu, Kalimantan Tengah, dan Jayapura.

Sedangkan, model KPBU sudah berhasil diterapkan untuk Pelabuhan Patimban dan Pelabuhan Gorontalo. Lalu, terdapat kolaborasi KPBU di pengembangan dan pengelolaan Bandara Komodo, Labuan Bajo. Selain itu, adapula Pelabuhan Labuan Bajo melalui model KSP.

"Kami sudah lakukan di Patimban di Anggrek Gorotalo di lima bandara dan juga di Labuan Bajo," ungkap Menhub.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN