Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menhub Budi Karya Sumadi. Foto: IST

Menhub Budi Karya Sumadi. Foto: IST

Menhub Harapkan Keseimbangan Baru Industri Penerbangan

Thresa Sandra Desfika, Jumat, 9 Agustus 2019 | 23:14 WIB

JAKARTA, investor.id  - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengharapkan keseimbangan baru dalam tarif tiket pesawat sehingga antara maskapai dan masyarakat sama-sama tidak saling terbebani.

"Akan ada keseimbangan yang baik apabila airline dipikirkan jangan hanya kita menekankan cost, tapi  juga bagi masyarakat tiket bisa dijangkau," ungkap Budi di sela seminar "Polemik Harga Tiket Pesawat dalam Perspektif Hukum, Bisnis, dan Investasi" di Jakarta, Jumat (9/8).

Menurut Budi, pemerintah terus mendalami struktur biaya penerbangan sehingga diharapkan mendapatkan solusi untuk mengurangi biaya maskapai yang pada akhirnya dapat menurunkan harga jual tiket pesawat.

Menhub menambahkan, hanya di Indonesia yang pemerintahnya mengatur tarif batas atas dan tarif batas bawah penumpang pesawat kelas ekonomi. Di luar negeri, tidak ada pemerintah yang mengatur mengenai hal itu.

"Semua itu kita upayakan bagaimana kita melindungi masyarakat dan maskapai. Mekanisme pentarifan di lain negara berlaku hukum pasar. Kita cukup maju untuk mengatur tarif batas atas dan batas bawah," imbuh Budi Karya.

Di tempat yang sama, Direktur Teknik dan Operasi PT Angkasa Pura (AP) II Djoko Murjatmodjo menyampaikan, AP II mencatat penurunan penumpang dometik 21% pada Januari-Juni 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal itu salah satunya karena kenaikan tarif tiket pesawat.

"Tarif itu salah satunya yang membuat penumpang turun tapi ada hal lainnya, seperti kondisi ekonomi," jelas Djoko.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA