Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perhubungan Budi Karya dalam konferensi pers

Menteri Perhubungan Budi Karya dalam konferensi pers "Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran," secara virtual, Sabtu, 15 Mei 2021.

Menhub: Kebijakan Peniadaan Mudik Efektif Tekan Mobilitas Masyarakat

Sabtu, 15 Mei 2021 | 15:31 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id – Menteri perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan adanya kebijakan peniadaan mudik Lebaran cukup berhasil menekan mobilitas masyarakat ke kampung halaman.

Sebelumnya berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan (Kemhub), sekitar 7% atau 18 juta masyarakat tetap berencana untuk mudik, meskipun sudah dilakukan pelarangan. Namun dari data terakhir Kemhub, yang keluar dari Jabodetabek ke beberapa daerah sejak masa pengetatan syarat perjalanan pada 22 April 2021 mencapai 1,5 juta orang.

“Dalam survei yang kami lakukan, masyarakat itu kalau dibiarkan 33% akan mudik. Kalau akan dilarang, angkanya turun jadi 11%. Kemudian pada saat pelarangan di mana kampanye sudah dilakukan turun lagi jadi 7%. Setelah itu kita lakukan aksi-aksi yang dilakukan oleh kementerian/lembaga termasuk oleh Polri, maka turun lagi. Menurut catatan kami, 1,5 juta lebih sedikit. Jadi apa yang kita lakukan cukup efektif,” kata Budi Karya dalam konferensi pers “Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran,” secara virtual, Sabtu (15/5).

Menhub menambahkan, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di masa arus balik, pemerintah juga menerapkan kebijakan random-test Covid-19 dan mandatory-check Covid-19 yang mulai berlaku pada 15 Mei 2021. Random-test diterapkan untuk perjalanan dari beberapa provinsi di Pulau Jawa menuju Jakarta, sedangkan mandatory-check untuk perjalanan dari Sumatera menuju ke Jawa dan Jakarta.

Sementara itu berdasarkan data Kementerian Perhubungan yang dikutip dari Sistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia (Siasati), jumlah penumpang transportasi umum pada H-7 hingga H+1 Lebaran pukul 15.00 WIB sebanyak 351.289 penumpang, naik dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebanyak 253.976 penumpang. Namun angka ini turun sangat siginifikan dibandingkan pergerakan penumpang di periode yang sama pada 2019 yang sebanyak 14.832.551 penumpang.

Dari catatan Kemhub, total jumlah total penumpang yang melakukan perjalanan mudik dengan moda angkutan pada 2019 mulai dari H-7 sampai H+7 Lebaran sebanyak 18.343.021 penumpang, terdiri dari angkutan udara 3.522.585 penumpang, angkutan jalan 4.160.622 penumpang, kereta api 5.087.342 penumpang, angkutan penyeberangan 4.086.407 penumpang, dan angkutan laut 1.486.065 di 2019.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN