Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menhub Budi Karya Sumadi. Foto: IST

Menhub Budi Karya Sumadi. Foto: IST

Menhub Minta KCIC Segera Tindaklanjuti Rekomendasi Komite Keselamatan Konstruksi

Thresa Sandra Desfika, Rabu, 4 Maret 2020 | 14:49 WIB

JAKARTA, investor.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) segera menindaklanjuti rekomendasi Komite Keselamatan Konstruksi terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Hal tersebut agar proyek bisa segera dilanjutkan dan selesai sesuai target waktu pada akhir 2021.

“Saya sudah minta PT KCIC untuk segera melaksanakan rekomendasi dari Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat) agar proyek ini dapat segera dilanjutkan dan dapat selesai sesuai target waktu,” jelas Menhub dalam keterangannya, Rabu (4/3).

Adapun Menhub mengadakan rapat koordinasi terkait penghentian sementara proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung oleh Komite Keselamatan Konstruksi pada Selasa (3/3). Proyek tersebut dihentikan selama dua pekan sejak 2 Maret 2020.

KA cepat Jakarta-Bandung
KA cepat Jakarta-Bandung

Pada rapat yang dimaksud turut hadir Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri, Direktur Jenderal Binamarga Sugiyartanto, Ketua Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga, Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra, dan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono.

"Kemenhub, Kementerian PUPR, beserta stakeholders juga sepakat untuk secara bersama memantau perbaikan-perbaikan yang dilakukan KCIC dalam rangka menindaklanjuti catatan dari Komite Keselamatan Konstruksi," tutur Menhub.

Sebelumnya, Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR dalam suratnya meminta proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dihentikan sementara karena proyek tersebut dianggap berdampak pada layanan Tol Jakarta-Cikampek.

Setidaknya ada enam catatan dari Komite Keselamatan Konstruksi, yaitu pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung kurang memperhatikan kelancaran akses masuk dan keluar jalan tol; mengganggu drainase, kebersihan jalan, dan keselamatan pengguna jalan tol; menimbulkan genangan air, kemacetan; dan mengganggu kelancaran logistik; adanya pembangunan pilar LRT (light rail transit) tanpa izin; serta pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) belum dilakukan sesuai aturan.

Sementara itu, Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah untuk menindaklanjuti catatan dari Komite Keselamatan Konstruksi.

Langkah- langkah tersebut, antara lain menertibkan kontraktor dalam penggunaan bukaan maupun akses kerja di Ruas Tol Jakarta -Cikampek di KM 7, KM 9, KM 10, KM 14, KM 15, KM 16, KM 30, KM 31, KM 33, KM 34, KM 129, dan KM 141; memastikan setiap bukaan jalan tol dilengkapi dengan rambu-rambu seperti, hose lamp, rotary lamp, safety fence, flagman, tire wash area, dan traffic control zone; melakukan pemompaan air pada saluran drainase, pembersihan saluran drainase, dan penumpukan material khususnya pada lokasi yang sempat tergenang air; dan membuat drainase sementara untuk mencegah terjadinya genangan air di jalan tol.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN