Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menhub Budi Karya Sumadi. Sumber: BSTV

Menhub Budi Karya Sumadi. Sumber: BSTV

Menhub: Sektor Transportasi dan Logistik Paling Terdampak Pandemi

Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:25 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan transportasi dan logistik menjadi sektor yang paling dalam terdampak pandemi Covid-19.

Menhub menuturkan, pandemi Covid-19 mendatangkan masa suram ke hampir semua lini bisnis. Wabah global tersebut memberikan dampak yang paling dalam terhadap sektor transportasi dan logistik.

"Pandemi mengakibatkan masa suram bagi sejumlah bisnis, termasuk transportasi. Bahkan transportasi dan logistik adalah sektor yang palig dalam mengalami masalah," ujar Budi Karya dalam webminar nasional Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Selasa (11/8).

Budi menjelaskan, pada bisnis transportasi terjadi penurunan omzet mulai dari 30%. Bahkan di sektor penerbangan penurunan pendapatan lebih dari 50% akibat pandemi Covid-19. "Ini tentu membuat ancaman bangkrut," terang Budi Karya.

Budi membeberkan, pada kuartal I-2020, industri jasa penerbangan ada pada tren yang moderat, kemudian menurun tajam pada kuartal II-2020. Dengan diinisiasinya masa adaptasi kebiasaan baru, Menhub mengharapkan, laju pertumbuhan industri jasa penerbangan bisa mulai pulih.

Dia menerangkan, terganggunya sistem transportasi memberikan efek kejut ke sektor logistik. Hal itu lantaran sektor logistik basisnya adalah transportasi. Karenanya, dengan adanya pemberhentian sebagian besar operasional penerbangan membuat pergerakan logistik tersendat dan berpengaruh juga pada meroketnya biaya yang ditanggung operator logistik.

"Semua ini mengakibatkan terganggunya ekosistem logistik," tutur Budi.

Penurunan sektor transpotasi dan logistik, jelas Menhub, mengakibatkan pertumbuhan ekonomi terkoreksi dalam minus 5,32%. Hal itu karena transportasi sangat vital dalam mendukung perputaran roda ekonomi.

Selain itu, papar Budi, terpuruknya transportasi menimbulkan dampak berantai yang terkait dengan segala hal.

"Tetapi Presiden sudah memberikan instruksi untuk melakukan pergerakan-pergerakan (moda transportaasi) lebih intensif. Katakan di perkeretaapian, kita telah menjalankan sejumlah kereta api jarak jauh," ujar Menhub.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN