Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Budi Karya Sumadi

Budi Karya Sumadi

Menhub Targetkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dioperasikan 2021

Nurjoni, Sabtu, 22 Februari 2020 | 23:28 WIB

JAKARTA, investor.id – Progres pembangunan Kereta Api (KA) Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 44% dan diyakini akan selesai pada 2021 atau sesuai target. Sementara itu, sekitar 300 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di proyek tersebut dan belum bisa kembali ke Indonesia menyusul adanya wabah virus korona, akan digantikan oleh tenaga lokal.

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra mengatakan, saat ini progresnya sudah mencapai 43% hingga 45%, sedangkan pembebasan lahan hampir 100%.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, tidak ada proyek yang tertunda karena wabah virus korona. “Gak ada masalah. Justru ini kalau bisa itu kita ingin lebih cepat,” kata Budi.

Budi menjelaskan, kunjungan Dubes Tiongkok pada rapat kali ini untuk mengapresiasi tim yang sedang fokus menyelesaikan permasalahan tanah termasuk berkaitan kemudahan- kemudahan yang lain. “Kita koordinasi saja,” katanya.

Dia menargetkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa dioperasikan pada 2021.

KA cepat Jakarta-Bandung
KA cepat Jakarta-Bandung

Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri menambahkan, saat ini pembangunan konstruksi terus berjalan.

“Rapat kali ini hanya monitoring, memang kita monitor secara rutin.Tiap bulan paling tidak ada rapat untuk menanyakan progres. Kalau ada masalah kita selesaikan. Ini kerjaan rutin saja bersama Pak Luhut (Luhut Pandjaitan, menko kemaritiman dan investasi),” sambungnya.

Mengenai nilai investasi proyek KA Cepat Jakarta-Bandung, Zulfikri memastikan bahwa nilainya masih sama alias tidak berubah. “Masih di posisi dulu. Masih Rp 70 triliun,” tegasnya. (c01)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN