Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wisata Danau Toba dan Spot Adian Nalambok. Foto: Investor Daily/IST

Wisata Danau Toba dan Spot Adian Nalambok. Foto: Investor Daily/IST

Menikmati Keindahan Danau Toba dari Spot Adian Nalambok

Minggu, 13 Juni 2021 | 12:06 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

DANAU Toba sungguh memikat. Selain pemandangan alam nan mempesona, destinasi wisata ini juga kaya akan budaya leluhur.

Keindahan danau dengan air kebiruan dilengkapi dengan hijaunya perbukitan di sekeliling kawasan. Tentu saja, Pulau Samosir yang berada di tengah danau makin memincut wisatawan untuk singgah.

Semua itu menjadi sempurna dengan kekayaan budaya setempat yang terus dipelihara hingga kini. Tak heran jika kawasan di Sumatera Utara itu masuk dalam jajaran Destinasi Super Prioritas (DSP) di Indonesia.

Sejarah Singkat

Sejarah Danau Toba cukup Panjang. Laman danautoba.org menulis, asal-usul terbentuknya Danau Toba adalah sebuah fenomena. Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru.

Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.

Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba.

“Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir,” tulis laman danautoba.org.

Pengembangan Terintegrasi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat berkunjung ke Desa Mas, Bali.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat berkunjung ke Desa Mas, Bali.

Pemandangan alam di kawasan Danau Toba bahkan memincut hati Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.

“Banyak kearifan lokal dan budaya di sini yang harus kita jaga dan kembangkan, tinggal kita membuat strategi apa yang tepat untuk dikembangkan, seperti calender of eventnya bisa dibuat sport tourism event, dari segi produk seperti ulosnya juga harus diseragamkan dan lainnya,” tutur Sandiaga Uno, seperti dikutip dari laman tersebut.

Menparekraf Sandiaga Uno juga mengaku kali pertama mengunjungi kawasan Geosite Hutaginjang yang berada di ketinggian 1550 m dpl. Sandiaga Uno mengatakan bahwa dirinya sangat terkesan dengan lanskap Danau Toba yang sempurna sehingga wajar jika destinasi itu setiap tahunnya menjadi lokasi event kejuaraan paralayang.

Pada kesempatan lain, Sandiaga Uno mengatakan, pemerintah menggulirkan konsep pengembangan Danau Toba sebagai destinasi wisata yang ramah lingkungan. Rencana itu direalisasikan dengan pemasangan carbon calculator di sekitar kawasan Danau Toba dan pengenalan kendaraan elektrik serta pembangunan pembangkit listrik yang menggunakan energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan.

Sehingga, pada 2030 mendatang, Danau Toba dapat dicanangkan menjadi destinasi wisata yang ramah lingkungan.

“Kita bisa tempatkan bus listrik misalnya di destinasi-destinasi wisatadi sekitar Danau Toba. Ini akan kita bicarakan lebih lanjut dengan para bupati daerah-daerah di sekitar Danau Toba,” papar dia.

Langkah itu merupakan bagian dari Integrated Tourism Masterplan (ITMP) di kawasan Danau Toba. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba (BPOPDT), Jimmy Bernando Panjaitan, menambahkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi lebih jauh terkait akselerasi pembangunan ITMP ini ke delapan kabupaten yang ada di sekitar Danau Toba.

“Sosialisasi ini harapannya kita dapat tahu apa saja manfaat dan peran kita masing-masing sehingga program ITMP ini dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu,” kata Jimmy.

Adian Nalambok

Wisata Danau Toba dan Spot Adian Nalambok. Foto: Investor Daily/IST
Wisata Danau Toba dan Spot Adian Nalambok. Foto: Investor Daily/IST

Menikmati pesona Danau Toba dari atas bukit tentu sebuah sensasi tersendiri. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan dan akan membangun rasa rindu untuk Kembali. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebutkan bahwa ada 34 titik pemandangan di kawasan Danau Toba.

Salah satunya adalah Adian Nalambok. “Adian Nalambok ini merupakan salah satu dari 34 titik pemandangan yang nantinya akan menjadi trav pattern dalam berwisata di Danau Toba,” kata Sandiaga Uno, seperti dikutip dari laman kemenparekraf.go.id.

Pernyataan Sandiaga Uno dilontarkan saat meresmikan destinasi wisata Adian Nalambok di kawasan Balige, Kabupaten Toba, Sumatra Utara.

Dalam peresmian yang dilaksanakan Kamis (10/6/2021) siang, Sandiaga mengungkapkan destinasi yang direnovasi bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) pada Februari 2021. Spot ini diharapkan dapat menjadi salah satu titik dari travel pattern yang akan disusun untuk mengembangkan kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi super prioritas.

Adian Nalambok terletak di punggungan bukit di antara Parapat menuju Balige. Sehingga, Adian Nalambok menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati keindahan Danau Toba.

Sandiaga mengatakan, untuk membangun 33 titik pemandangan lainnya, ia akan merangkul para perantau-perantau yang berasal dari kawasan sekitar Danau Toba untuk ikut serta berkontribusi dalam pembangunan tersebut.

“Dalam pembangunan ini kita perlu merangkul seluruh pihak, mungkin polanya dapat berupa kerja sama ataupun CSR (Corporate Social Responsibility),” katanya.

Selain itu, Sandiaga berharap dengan diresmikannya destinasi Adian Nalambok ini dapat membantu menggerakkan perekonomian para pelaku wisata dan ekonomi kreatif yang ada di kawasan tersebut.

Sandiaga juga berpesan agar pengelola dan pengunjung dari Adian Nalambok selalu menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability) dengan ketat dan disiplin.

“Karena proyek ini digagas oleh Kemenparekraf, berarti lokasi ini juga harus menjadi salah satu percontohan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” tutur Menparekraf Sandiaga Uno.

Baca juga

https://investor.id/business/pilihan-penginapan-di-sekitar-danau-toba

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN