Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkes Terawan. Sumber: BSTV

Menkes Terawan. Sumber: BSTV

ANGGARAN KEMENSOS TERSERAP RP 66,34 T

Menkes: Penyerapan Anggaran Covid-19 Rendah karena Pasien Sedikit

Kamis, 16 Juli 2020 | 10:45 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, serapan anggaran penanganan Covid-19 di sektor kesehatan yang rendah bukan menandakan penyerapan yang rendah, melainkan menunjukkan jumlah pasien Covid-19 yang sakit atau meninggal masih sedikit.

"Kalau penyerapan kurang, berarti pasien yang sakit sedikit. Kalau santunan untuk tenaga medis penyerapannya kurang, berarti yang meninggal sedikit,” ujar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR, Rabu (15/7).

Sebaliknya, menurut dia, jika serapan anggaran kesehatan Covid-19 banyak, maka hal itu menunjukkan pasien yang sakit dan tenaga medis yang meninggal dunia lebih banyak. Kendati begitu, untuk efektivitas dalam pembayaran jasa rumah sakit akan dilakukan secara hati-hati untuk memastikan tak terjadi moral hazard. Sehingga insentif tenaga medis juga dipastikan tepat sasaran.

Saat ini, pencairan insentif tenaga medis juga terbagi dua, yakni di pusat dan daerah. Kalau di pusat sebesar Rp 1,9 triliun, yang langsung diverifikasi oleh Kementerian Kesehatan sedangkan di daerah sebesar Rp 3,7 triliun dengan verifikasi dilakukan di daerah.

Ia pun meyakinkan, Kementerian Kesehatan akan mendorong penyerapan insentif tenaga medis dan penanganan kesehatan agar terimplementasi dengan baik.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penyerapan belanja kesehatan untuk penanganan pandemi Covid-19 mencapai Rp 4,48 triliun per 8 Juli 2020. Jumlah tersebut setara 5,12% dari total pagu anggaran sebesar Rp 87,55 triliun pada APBN 2020.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara melaporkan, realisasi anggaran Kementerian Sosial hingga Selasa (14/7) mencapai 63,4% atau setara dengan Rp 66,24 triliun dari yang ditetapkan dalam pagu anggaran 2020 sebesar Rp 104,45 triliun.

Ia menyebutkan, realisasi anggaran yang dicapai berdasarkan tujuh program di unit kerja Kementerian Sosial. Ia merinci total realisasi itu terdiri dari program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya sebesar Rp 133,53 miliar atau 39,21% dari Rp 340,58 miliar serta program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur Rp 15,07 miliar atau 46,31% dari Rp 33,55 miliar.

Kemudian program pemberdayaan sosial Rp 100,88 miliar atau 36,72% dari total anggaran Rp 274,7 miliar, program rehabilitasi sosial Rp 395,59 miliar atau 44,26% dari Rp 893,76 miliar, serta program perlindungan dan jaminan sosial Rp 26,65 triliun atau 62,66% dari Rp 42,54 triliun.

“Dari Rp 104,4 triliun, realisasi penyerapan di Kemensos per 14 Juli sudah sekitar Rp 66,2 triliun atau 63,4%. Prognosis kita sampai akhir semester II minimal 97,38% penyerapan,” kata dia.

 

Pangkas Anggaran

Sedangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan, kementerianya memangkas anggaran sebesar Rp 5 triliun untuk membantu penanganan Covid-19. Anggaran tersebut dipotong dari realokasi dan refocusing anggaran Kemendikbud tahun ini, yang seharusnya Rp 75,70 triliun menjadi Rp 70,72 triliun.

Ia menegaskan, kontribusi Rp 5 triliun dari Kemendikbud untuk penanganan Covid-19 didapatkan melalui efisiensi dari perjalanan dinas di lingkungan kementerian serta pembatalan pelatihan secara face to face atau tatap muka yang biasa dilakukan Kemendikbud. 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN