Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Menkeu Berharap Desa Tertinggal di Maluku Manfaatkan Dana Desa

Gora Kunjana, Jumat, 11 Januari 2019 | 18:07 WIB

JAKARTA- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berharap desa-desa tertinggal di Kabupaten Maluku Tenggara Barat perlu memanfaatkan Dana Desa.

"Kami berharap, desa tertinggal akan mendapat anggaran lebih banyak dan dukungan dari Camat dan Bupati dalam memanfaatkan Dana Desa yang telah diberikan oleh Pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat,” tutur Menkeu di Saumlaki dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, Jumat.

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa Kabupaten Maluku Tenggara Barat masih memiliki anggaran sebesar Rp880 miliar untuk keperluan alokasi umum, alokasi khusus, dan Dana Desa.

Selain itu, pada kunjungan kerjanya Menkeu bertemu dengan jajaran pejabat dan pegawai kantor vertikal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Saumlaki, yaitu Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan Kantor Pelayanan dan Penyuluhan Perpajakan (KP2KP).

Dalam arahannya, Menkeu berpesan agar jajaran Kemenkeu di kantor vertikal yang berhadapan langsung dengan pelaku ekonomi dapat tetap menjaga integritas, profesionalitas, dan rasa saling menghormati.

“Saya mohon betul untuk seluruh jajaran Kemenkeu di kantor vertikal, karena Anda berhadapan langsung dengan pelaku ekonomi dan Anda adalah wajah Kemenkeu, sehingga dalam memberikan pelayanan tetap menjaga integritas, profesionalitas, dan rasa saling menghormati,” kata Menkeu.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Maluku, Menkeu meresmikan proyek pembangunan infrastruktur yang dibiayai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/Sukuk). Proyek tersebut adalah Jembatan Leta Oar Ralan di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat.

Jembatan itu dibangun dengan skema multiyears contract tahun anggaran 2016-2018 dengan anggaran lebih dari Rp123 miliar. Jembatan Leta Oar Ralan merupakan prasarana penghubung antara Pulau Yamdena dan Pulau Larat, yang digunakan oleh masyarakat kedua pulau untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan kegiatan perekonomian di wilayah tersebut. (gor)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA