Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati didampingi Direktur Utama BRI Sunarso (kiri) dan Direktur BRI Keuangan Haru Koesmahargyo (dua dari kanan) saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (29/1/2020). (Investor Daily/Novy Lumanauw)

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati didampingi Direktur Utama BRI Sunarso (kiri) dan Direktur BRI Keuangan Haru Koesmahargyo (dua dari kanan) saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (29/1/2020). (Investor Daily/Novy Lumanauw)

AGAR PEREKONOMIAN TERUS MELAJU

Menkeu: Kelas Menengah Harus Didorong Menjadi Pengusaha

Arnoldus Kristianus, Jumat, 31 Januari 2020 | 07:38 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemerintah menilai, kesejahteraan masyarakat kelas menengah dapat ditingkatkan dengan menciptakan lapangan kerja sebanyak mungkin. Pada saat yang sama, masyarakat yang sudah berada di kelas menengah juga harus didorong untuk menjadi pengusaha, sehingga dapat berpartisipasi meningkatkan jumlah lapangan kerja sekaligus laju perekonomian nasional.

“Untuk penciptaan lapangan kerja dengan pendapatan baik, maka harus dilakukan dengan mendorong investasi,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani di Soehana Hall, Jakarta, Kamis (30/1).

Ia mengungkapkan, pemerintah melakukan intervensi dalam supply dan demand side. Dari demand side, pengusaha didorong bisa menghasilkan lapangan kerja tanpa harus terhalangi dengan upaya mengawali usaha yang sangat sulit. Sementara dari supply side pemerintah juga terus memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan pengembangan balai latihan kerja (BLK) dan pendidikan vokasi.

“Semuanya membutuhkan kebijakan bersama pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk menciptakan lingkungan untuk investasi. Sehingga semua ide yang ada diciptakan dalam bentuk kesempatan kerja yang baik,” ucap Sri Mulyani.

Pihaknya juga terus mendorong agar kesejahteraan kelas menengah bisa terus ditingkatkan, sehingga kelas menengah pun dapat menjadi pembayar pajak yang baik dan berkontribusi untuk penerimaan negara.“Untuk mencapat hal itu maka harus membuat mereka memiliki pekerjaan yang lebih baik dan patuh membayar pajak,” ujar dia.

World Bank Acting Country Director untuk Indonesia Rolande Pryce mengatakan, untuk meningkatkan jumlah kelas menengah maka pemerintah harus menciptakan lebih banyak pekerjaan dengan upah yang lebih baik. Pada saat yang sama juga menghadirkan sistem yang kuat untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas dan jaminan kesehatan universal.

"Mereka (kelas menengah) adalah sumber dari hampir setengah total pengeluaran rumah tangga di Indonesia. Selain itu, mereka juga berinvestasi lebih banyak dalam sumber daya manusia. Dengan kebijakan yang tepat untuk memperluas kelas menengah dapat membuka potensi pembangunan Indonesia dan mendorong Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi," ucap Rolande.

 

115 Juta Orang

Bank Dunia mencatat, dalam 15 tahun terakhir, Indonesia telah membuat kemajuan dalam mengurangi tingkat kemiskinan yang sekarang berada di bawah 10%. Selama periode itu kelas menengah Indonesia tumbuh dari 7% menjadi 20% dari total penduduk atau sekitar 52 juta orang. Oleh karena itu, peran kelas menengah harus didorong untuk meningkatkan laju perekonomian.

Rolande mengatakan, upaya membantu mereka yang memiliki aspirasi menjadi kelas menengah masih diperlukan 45% penduduk Indonesia atau 115 juta orang yang telah keluar dari kemiskinan tetapi belum mencapai tingkat ekonomi yang aman. Bagi kelompok tersebut, kemungkinan naik ke status ekonomi yang lebih tinggi, dan sama besarnya dengan kemungkinan turun ke bawah.

Sehingga, lanjut dia, pemerintah perlu mengadopsi kebijakan yang tepat untuk memperluas pergerakan mereka ke atas. Itu adalah bagian penting dalam pembangunan lndonesia. “Hal ini memerlukan perbaikan lingkungan usaha dan investasi pada infrastruktur. Selain itu, yang juga diperlukan adalah perluasan akses jaminan sosial untuk perlindungan kesehatan dan ketenagakerjaan yang mengikis keuntungan ekonomi dan peluang mobilitas ke atas bagi masyarakat yang ingin masuk dalam kelas menengah,” ucap Rolande.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN