Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sumber: BSTV

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sumber: BSTV

Menkeu Klaim Program Perlinsos Berhasil Tekan Kemiskinan

Kamis, 22 Juli 2021 | 09:23 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim berbagai program perlindungan sosial (perlinsos) Covid -19 dalam Pemulihan Ekonomi Sosial (PEN) telah berhasil menekan tingkat kemiskinan Indonesia tidak naik ke level 11,2% pada 2021.

"Bahkan karena pemulihan ekonomi, angka kemiskinan sudah mulai menurun kembali," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA di Jakarta, Rabu (21/7).

Tak hanya itu, bahkan tingkat kemiskinan sempat naik di level 9,22% per September 2019 menjadi 10,19%  akibat Covid-19 pada tahun 2020.

Oleh karena itu, untuk menekan laju tingkat kemiskinan tidak naik di tahun ini, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman kesehatan yang menimbulkan dampak sosial ekonomi.

Ia mengatakan bahwa, penurunan tingkat kemiskinan tersebut terjadi karena berbagai program perlinsos PEN yang diberikan semenjak tahun 2020, yakni mencapai Rp 220 triliun dan tahun ini dialokasikan sebesar Rp 187,84 triliun.

Namun dengan tren pemulihan ekonomi yang mulai terjadi sejak kuartal II, tingkat kemiskinan kembali menurun 0,05% ke level 10,14% pada Maret 2021.

 “Sehingga kita akan bisa memulihkan kembali tidak hanya perekonomian, tetapi yang paling penting juga kondisi kesejahteraan masyarakat kita berbagai program perlindungan sosial yang kita lakukan tahun lalu hingga tahun ini berhasil menahan kenaikan kemsikinan,”tuturnya.

Sementara itu, untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) pun ikut menurun, sejalan dengan pemulihan ekonomi dari segi konsumsi, keyakinan, dan optimisme masyarakat, geliat investasi, lonjakan ekspor, hingga dorongan belanja pemerintah

Dengan demikian, berbagai aspek akselerasi pemulihan ekonomi menciptakan kesempatan kerja terhadap 1,02 juta orang, sehingga menyebabkan TPT turun 0,81 % dari 7,07% pada Agustus 2020 menjadi 6,26% pada Februari 2021.

"Kalau kita lihat di sini berarti kita makin mampu untuk dengan pemulihan ekonomi, mampu pada saat yang sama menciptakan kesempatan kerja baru sehingga tingkat pengangguran terbuka bisa diturunkan kembali. Tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan menurun, inilah tren pembalikan yang kita upayakan yaitu pemulihan ekonomi sehingga laju perbaikan dan dari sisi kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan dan diakselerasi,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN