Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani

Menkeu Sri Mulyani

Menkeu: LPI akan Jadi Terobosan Pembiayaan Pembangunan

Senin, 25 Januari 2021 | 15:26 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah membutuhkan terobosan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan dan peningkatan investasi langsung dari asing  (Foreign Direct Investment /FDI). Hal ini membuat pemerintah untuk membutuskan membangun Lembaga Pembiayaan Investasi (LPI) atau atau Indonesia Investment Authority (INA).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan  adanya LPI diharapkan akan ada inovasi dalam rangka meningkatkan pembiayaan pembangunan terutama dalam bentuk investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI).

“Sehingga investor memiliki kepercayaan terhadap lingkungan usaha di Indonesia,” ucap Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR pada Senin (25/1).

Pendirian LPI dilakukan sesuai  Undang Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja pasal 165 ayat 1. Pasal tersebut menyebutkan dalam rangka pengelolaan investasi oleh lembaga yang diberikan kewenangan khusus atau sifatnya sui generis  dalam rangka pengelolaan investasi pemerintah untuk pertama kalinya berdasarkan undang-undang ini dibentuk lembaga pengelola investasi.

Pemerintah sudah menetapkan Visi Indonesia yaitu mampu menjadi lima besar negara terkuat di dunia pada 2045 maka estimasi kebutuhan investasi untuk infrastruktur mencapai Rp 6.645 triliun.

Kebutuhan tersebut akan dipenuhi melalui APBN, BUMN dan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) namun karakteristik pembiayaan khususnya infrastruktur adalah padat modal dengan cost of fund tinggi dan tenor panjang. Sementara itu, tingkat  FDI Indonesia masih stagnan saat kebutuhan meningkat.

“Kalau ingin terus meningkatkan dengan hanya bersandar pada instrumen utang maka kita akan leverage makin tinggi,” ucap Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan  kapasitas pembiayaan APBN dan BUMN sudah sangat tinggi sehingga membutuhkan berbagai upaya untuk meningkatkan pendanaan domestik dalam rangka meneruskan upaya pembangunan. Menurutnya beberapa sovereign investor sebetulnya tertarik untuk berinvestasi namun mereka butuh mitra strategis yang kuat dan reliable secara hukum dan kelembagaan.

“Terutama bagi investor yang sebetulnya punya ketertarikan tinggi untuk masuk ke Indonesia namun dari sisi familiriaty dan risk appetite membutuhkan mitra yang dianggap reliable,” ucap Sri Mulyani.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN