Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Menkeu Minta LPEI Bentuk Divisi Litbang

Gora Kunjana, Rabu, 13 Februari 2019 | 15:48 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta PT Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) membentuk divisi penelitian dan pengembangan (litbang) untuk mempelajari perkembangan ekspor di luar negeri. Ini diperlukan karena LPEI juga harus mampu mengembangkan peluangpeluang ekspor dan memunculkan eksportir-eksportir baru.

Menkeu kembali mengingatkan, LPEI dibangun dengan ambisi yang besar yaitu meningkatkan ekspor Indonesia. Oleh karena itu, seluruh jajaran pegawai LPEI juga diharapkan memiliki ambisi yang besar.

"LPEI harus menjadi otak dalam berbicara strategi untuk membangun ekspor Indonesia," ujar Sri Mulyani kepada para pegawai LPEI saat meresmikan kantor baru LPEI di SCBD, Jakarta, Selasa (12/2).

Menurut dia, LPEI yang merupakan kepanjangan tangan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus mampu mengoptimalkan aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang diamanatkan, yaitu meningkatkan ekspor Indonesia.

"Saya senang, tadi melihat ada display barang-barang dari eksportir baru. Itu indikator sukses. LPEI tidak hanya bekerja di hilir mencari eksportir yang matang," ungkap dia setelah melihat salah satu lantai yang rencananya akan dijadikan kantor bersama eksportir.

Pada kesempatan itu, Menkeu juga turut menyaksikan penandatanganan kontrak kinerja LPEI bersama Kementerian Keuangan. Ia berpesan, para pimpinan harus dapat memberi semangat agar seluruh pegawai bisa terus meningkatkan kinerja.

"Jaga, semangat dan kebahagian Anda saat bekerja. Itu penting. Tapi, saya ingin Anda me-renew misi Anda. Connect dengan misi Anda dan jadikan itu sebagai api semangat untuk menjalankan misi ekspor Indonesia yang semakin kuat dan jaya," pungkas Sri Mulyani seperti dikutip laman Kemenkeu pada hari yang sama.

Pada akhir 2017, Menkeu juga pernah meminta kepada LPEI agar memiliki divisi khusus riset untuk pengembangan produk, demografi pasar, maupun metodologi sampai dengan teknologi yang akan digunakan. Kala itu dia mengingatkan bahwa dengan adanya teknologi baru, orang itu berdagang jauh lebih demokratis.

"Saya sebut demokratis itu adalah one on one transaction menjadi memungkinkan melalui suatu platform," papar Menkeu.

Pada 2045, populasi dunia akan meningkat dari tujuh miliar ke sembilan miliar. Dengan prediksi jumlah kemiskinan turun ke 2%, kelas menengah akan menjadi pasar yang sangat besar. "Indonesia mestinya tahu, itu adalah market dan kita harus melayani. (Harus) memikirkan market 10 (hingga) 20 tahun ke depan dan itu adalah generasi milenial serta Z," kata dia. (ns)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA