Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menkeu Minta Pemda Papua Segera Bentuk Badan Pengelolaan Aset Ex-PON XX

Minggu, 28 November 2021 | 11:17 WIB
Nasori

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta kepada pemerintah daerah (Pemda) Papua untuk segera membentuk badan pengelolaan aset bagi sejumlah fasilitas gedung olah raga dan fasilitas pertandingan yang baru saja digunakan untuk gelaran PON XX dan Peparnas XVI.

Menurut Menkeu, badan pengelola itu harus profesional dan mampu menjaga, mengelola, serta memanfaatkan aset-aset tersebut untuk kepentingan masyarakat dan untuk terus mendorong prestasi olah raga Papua secara berkelanjutan. Bahkan, pengelolaan itu juga harus menimbulkan kegiatan ekonomi dan sosial yang positif.

“Aset negara dan daerah yang begitu megah nan indah dan dibangun dengan dana sangat besar hingga triliunan rupiah ini harus dipelihara dan dijaga,” tulis Sri Mulyani dalam unggahan akun media sosialnya, Minngu (28/11). Dalam beberapa hari ini Menkeu melakukan kunjungan dinas di Provinsi Papua untuk sejumlah kegiatan.

Sri Mulyani mengungkapkan, berbagai fasilitas gedung olah raga, serta fasilitas pertandingan, perbaikan sarana prasarana, dan lingkungan itu dibangun dengan uang negara yang nilainya mencapai sekitar Rp 5,47 triliun. Uang tersebut bersumber baik dari belanja pemerintah pusat maupun dana transfer ke APBD sejak 2018 hingga 2021.

Menkeu memaparkan, Dana Transfer Infrastruktur Khusus Papua untuk pembangunan GOR Stadion Utama, rehabilitasi lapangan tenis, softball, baseball, futsal, menembak nilainya sebesar Rp 881,5 Miliar (2018), Rp 716,5 Miliar (2019), dan Rp140,5 Miliar (2020).

Sedangkan Dana Otonomi Khusus yang digunakan untuk membangun GOR dan sarana prasarana olahraga persiapan PON mencapai Rp 1,10 Triliun (2019) dan Rp1,44 Triliun (2020).

Sedangkan Kementerian PUPR, selama 2018-2020 menggunakan anggaran belanjanya untuk pembangunan Istora Papua Bangkit Rp 257,5 miliar; pembangunan venue aquatik Rp 401 miliar; pembangunan arena kriket dan lapangan voli Rp 277 miliar; pembangunan venue dayung, panahan, dan sepatu roda Rp 116,5 miliar; serta penataan kawasan kampung harapan dan akuatik Rp 134,7 miliar. Selain itu penataan Kawasan Doyo area pendukung arena kriket, serta hoki outdoor dan indoor.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN