Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST

Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST

Menkeu Minta PMN ke PLN untuk Pengembangan EBT

Senin, 2 November 2020 | 13:21 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Pemerintah telah menggelontorkan penyertaan modal negara (PMN) ke sejumlah perusahaan BUMN, salah satunya PT PLN (Persero) untuk mendorong  pemulihan ekonomi nasional tahun ini dan juga untuk mendukung energi baru terbarukan (EBT).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta agar PLN menggunakan suntikan modal untuk pengembangan EBT.  Hingga data 27 Oktober, pemerintah telah mencairkan suntikan untuk PLN sebesar Rp 5 triliun.

“Saat ini menurut saya PMN perlu lebih difokuskan untuk mendukung energi terbarukan. Saya mengerti (Dirut PLN), Zulkifli Zaini memiliki tugas yang sangat menantang untuk menyelesaikan 1 juta rumah tangga terakhir di Indonesia, sehingga kita akan mencapai rasio listrik mencapai 100%,” paparnya dalam PLN Go Green and Sustainable, Senin (2/11).

Menkeu mengapresiasi langkah PLN, kendati begitu ia juga meminta PLN tidak hanya fokus untuk mencapai rasio listrik 100% untuk semua penduduk, tetapi juga berkomitmen untuk mencapai bauran EBT.

Sehingga suntikan dana dalam bentuk PMN dapat dimanfaatkan untuk pengembangan energi dan dapat memberikan disiplin kepada PLN agar dapat menggunakan uang pemerintah untuk kepentingan yang lebih penting dan lebih strategis.

“Dalam hal ini, menurut saya PMN ke depan, atau suntikan modal harus lebih didedikasikan untuk perluasan dan pengembangan energi terbarukan, serta untuk transmisi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menkeu mengungkapkan bahwa mengungkapkan Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan EBT hingga 442,4 GigaWatt. Namun hingga saat ini pemanfaatan EBT baru mencapai 2,4% atau 10,4 GigaWatt dari kapasitas yang dimiliki.

Sementara itu, wujud komitmen pemerintah terhadap perubahan iklim tertuang dalam  Paris Agreement dengan komitmen Indonesia akan mengurangi CO2 sebesar 26% dengan sumber daya sendiri dan pengurangan hingga 42% dengan dukungan internasional masih terus dilaksanakan secara konsisten.

“PLN memiliki pernan penting untuk mengejar target energi baru terbarukan mencapai 23% atau  45 GigaWatt dalam bauran energi nasional di tahun 2025. Bahkan pada tahun 2019 Indonesia baru mengelola 9,15% bauran energi baru terbaru dan sektor kelistrikan dengan menghasilkan sekitar 11% total listrik yang di produksi di tahun 2019,” tandasnya.

Meski untuk meningkatkan EBT dinilainya tantangan yang berat, ia optimistis Indonesia dapat mewujudkannya.

“Pasti ada sesuatu yang perlu kita ubah agar dapat digunakan, dan memanfaatkan potensi yang sangat besar ini. Itu tidak hanya baik bagi Indonesia, itu juga agar kita bisa mewujudkan komitmen pada bangsa yang menjadi kontributor utamanya,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN