Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani. Sumber: BSTV

Menkeu Sri Mulyani. Sumber: BSTV

Menkeu Optimistis Ekonomi Kuartal IV Lebih Baik

Rabu, 28 Oktober 2020 | 02:32 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan akan tetap mengoptimalkan pelaksanaan anggaran hingga akhir tahun dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal IV dan memulihkan ekonomi.

“Untuk prospek kuartal IV terutama untuk pemulihan ekonomi, kami terus jaga dan lihat semua indikator baik dari konsumsi, investasi, ekspor termasuk belanja pemerintah” kata Sri dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/10).

Ia mengatakan bahwa, indikator ekonomi utama yang akan terus dijaga adalah belanja pemerintah mengingat pada kuartal III telah mampu meningkat sebesar 15,5% (yoy) sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan hingga 18%.

Bahkan kontribusi belanja pemerintah mengalami kenaikan yang cukup tajam dibandingkan dengan kuartal II yang mengalami kontraksi.

"Waktu itu pemerintah masih dalam kontraksi karena ada perubahan-perubahan dan akselerasi belanja belum terjadi karena tiba-tiba mengalami WFH. Jadi kuartal III pemerintah kontribusikan kenaikan dari sisi pertumbuhan hingga mencapai 18%," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa peningkatan belanja pemerintah pada kuartal III merupakan hasil dari akselerasi belanja yang belum sempat terjadi pada kuartal sebelumnya karena terjadi perubahan-perubahan mendadak akibat WFH.

Ia menambahkan, kontribusi belanja pemerintah diprediksi akan tumbuh lima persen pada kuartal IV-2020. Hanya saja pertumbuhan belanja negara dipengaruhi eksekusi belanja program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan kementerian/lembaga tetap terjaga.

 “Kita lihat untuk konsumsi diharapkan akan bisa meningkat sehingga bisa mendekati nol persen kuartal IV. Untuk kuartal III masih negatif tapi lebih rendah dibandingkan kuartal II yang capai minus 5,5%,” tuturnya.

Kemudian Menkeu juga memproyeksi kinerja pertumbuhan ekonomi pada kuartal III berada dalam kisaran minus 1% hingga minus 2,9%.

“Secara keseluruhan tahun masih sama dengan proyeksi kemarin yaitu minus 0,6% hingga minus 1,72%,” tuturnya.

Menurutnya instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah melaksanakan fungsi countercyclical yang efektif pada triwulan III 2020. Hal ini ditunjukan melalui defisit APBN yang hingga akhir triwulan III mencapai Rp 682,1 triliun atau 4,6% terhadap produk domestik bruto (PDB) sementara target dalam Perpres 72/2020 sebesar 6,34%.

Kemudian untuk realisasi pendapatan negara mencapai Rp1.159 triliun atau 68,2% dari target yang tercantum dalam Perpres 72/2020 atau mengalami pertumbuhan negatif sebesar 13,7% (yoy).

“Hal ini seiring kontraksi penerimaan perpajakan dan juga PNBP yang cerminkan perlambatan aktivitas ekonomi dan peningkatan pemanfaatan stimulus atau insentif perpajakan yang diberikan di dalam program PEN,”ujarnya.

Sementara dari sisi belanja, realisasi belanja pemerintah meningkat sangat tinggi pada triwulan III 2020 yang pertumbuhannya mencapai 15,5 % (yoy) yaitu Rp1.841,1 triliun atau 67,2% dari total anggaran yang ada dalam Perpres 72/2020.

Menurutnya belanja pemerintah pada kuartal III meningkat sangat signifikan terutama untuk bantuan sosial dan dukungan kepada usaha terutama UMKM. Hal ini dilakukan dalam keseluruhan pelaksanaan program PEN.

“Belanja yang meningkat tajam pada program (PEN) ada juga disertai percepatan penyaluran transfer dana ke daerah dan dana desa atau TKDD,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN