Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas mengecek meteran listrik di Jakarta. Foto ilustrasi: InvestorDaily/Emral

Petugas mengecek meteran listrik di Jakarta. Foto ilustrasi: InvestorDaily/Emral

Menkeu Pastikan Dampak Kenaikan Tarif Listrik 3.500 VA Tak Signifikan ke Inflasi

Minggu, 3 Juli 2022 | 15:05 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan kenaikan tarif listrik untuk golongan 3.500 VA keatas yang efektif diberlakukan mulai pada Jumat (1/7/2022) tidak akan signifikan mendongkrak laju inflasi. Ini lantaran pengguna listrik golongan tarif tersebut termasuk orang kaya atau mampu.

“Ya, kalau kita lihat dari segmennya, menurut kami enggak (berpengaruh ke inflasi). Kami tetap target inflasi masih bisa di dalam kisaran 3,5%-4,5%,” ucap Sri Mulyani saat ditemui, akhir pekan ini.

Advertisement

Ia memastikan, instrumen kebijakan pemerintah akan diarahkan untuk tetap menjaga inflasi terkendali sehingga tidak menggerus daya beli masyarakat, alhasil terus mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Makanya, kami akan selektif menggunakan APBN itu. Kalau memang ada yang dibutuhkan stabilisasinya dalam bentuk subsidi, kita lakukan. Namun, juga harus mencoba untuk tetap tepat sasaran, dan adil dari subsidi itu," tutur dia.

Sementara itu, untuk tarif listrik kelompok tidak mampu yakni 450 VA hingga 900 VA dipastikan akan tetap dijaga (tidak naik)  agar daya beli tidak terganggu.

"Sementara untuk kelompok yang relatif memiliki daya beli, akan ada adjustment atau penyesuaian. Ini semuanya dilakukan dengan keseimbangan dan diukur hati-hati, sehingga masyarakat yang relatif kurang memiliki daya beli masih tetap mampu. Namun, dari sisi masyarakat yang membutuhkan, kami berikan subsidi yang sesuai dengan kebutuhannya. APBN juga bisa dijaga,” pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Bada Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyebut, dampak kenaikan tarif listrik untuk golongan 3.500 VA hanya akan berkontribusi terhadap inflasi sekitar 0,1%.

“Itu cukup sedikit, sebab pelanggan R2 dan R3 bukan mayoritas sebab pelanggan yang sangat mayoritas R1 apalagi yang disubsidi 450 VA dan paling banyak itu pengguna 450 Va dan 900 VA,” tutur dia.

Dengan demikian, kelompok kaya atau pengguna tarif di atas 3.500 VA dapat bergotong-royong untuk membantu kelompok masyarakat yang kecil.

Rilis Badan Pusat Statistik mengungkapkan, inflasi Juni 2022 mencapai 0,61% secara bulanan dan secara tahunan tercatat 4,35%. Oleh karena itu, pemerintah akan memastikan inflasi tetap terkendali dengan menjaga pasokan tersedia.

“Memang inflasi kita tahunan sudah di 4% tentunya akan kami pantau misalnya bulan ini kami liat dampaknya dari adanya faktor cuaca. Ini tentunya unpredictable oleh karena itu kami akan memastikan untuk suplai kebutuhan pokok masyarakat harus terjamin,” tegas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN