Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani

Menkeu Sri Mulyani

Menkeu: Resesi AS Berdampak ke Ekonomi Indonesia

Senin, 1 Agustus 2022 | 06:00 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, resesi ekonomi Amerika Serikat (AS) akan berdampak ke ekonomi Indonesia. Sebab, AS adalah salah satu mitra dagang utama Indonesia.

"Jadi, kalau ekonomi AS melemah, ekspor Indonesia ke negara itu dan harga komoditas bisa turun," kata Menkeu, akhir pekan lalu.

Advertisement

Secara teknikal, ekonomi AS sudah masuk resesi, lantaran terkontraksi 1,6% pada kuartal I-2022 dan kuartal berikutnya 0,9%. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor Indonesia ke AS Juni 2022 mencapai US$ 2,46 miliar. AS menempati posisi tiga besar negara tujuan ekspor nasional di bawah Tiongkok dan India masing-masing US$ 5,09 miliar dan US$ 2,53 miliar.

Menkeu melanjutkan, ketidakpastian global yang menanjak menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Alhasil, kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja, karena inflasi di berbagai negara melonjak. 

Dia menambahkan, lonjakan inflasi di berbagai negara maju, seperti AS, Inggris, dan negara kawasan Eropa sangat berpengaruh terhadap Indonesia. Sebab, hal itu akan direspons oleh bank-bank sentral terkait dengan memperketat likuiditas dan menaikkan suku bunga secara agresif. Imbasnya, terjadi arus modal keluar (capital outflow) dari negara pasar berkembang (emerging market), termasuk Indonesia. 

Capital outflow bisa memengaruhi nilai tukar rupiah, suku bunga, bahkan inflasi di Indonesia," kata dia.

Perkembangan Rupiah

Sementara itu, berdasarkan data Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup di level (bid)  Rp 14.930 per dolar AS, Kamis (28/7), sedangkan yield surat berharga negara (SBN) 10 tahun turun ke 7,27%, indeks dolar melemah ke level 106,35, dan yield  US Treasury (UST) 10 tahun turun ke level 2,676%. Selanjutnya, Jumat (29/7), rupiah dibuka pada level (bid) Rp 14.850 per dolar AS, sedangkan yield SBN 10 tahun turun di level 7,21%.

BI mencatat, premi CDS Indonesia lima tahun turun ke 123,66 basis poin (bps) per 28 Juli 2022 dari 135,54 bps per 22 Juli 2022. Berdasarkan data transasksi 25–28 Juli 2022, nonresiden (asing) di pasar keuangan domestik mencetak beli neto Rp 4,6 triliun, terdiri atas beli neto Rp 3,28 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp 1,32 triliun di pasar saham. Berdasarkan data setelmen hingga 28 Juli 2022, nonresiden jual neto Rp 138,95 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp 57,85 triliun di pasar saham.

Sementara itu, berdasarkan survei pemantauan harga BI, perkembangan inflasi sampai minggu keempat Juli 2022 diperkirakan 0,5% secara bulanan (month to month/mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi Juli 2022 sampai minggu keempat adalah cabai merah sebesar 0,17% (mtm), bawang merah sebesar 0,1%, bahan bakar rumah tangga 0,08%, angkutan udara 0,06%, cabai rawit sebesar 0,04%, rokok kretek filter 0,02%, tomat, daging ayam ras, mi kering, nasi dengan lauk, air kemasan, semen, sabun detergen bubuk/cair, dan tarif air minum PAM masing-masing sebesar 0,01%.

Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada minggu keempat Juli 2022, yaitu minyak goreng sebesar 0,06% (mtm), jeruk dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,02%, telur ayam ras, kangkung, bayam, sawi hijau, dan bawang putih masing-masing sebesar 0,01%.

“BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN