Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menkeu Targetkan Konsumsi Rumah Tangga Tak Lagi Kontraksi Kuartal III

Senin, 10 Agustus 2020 | 18:39 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan kinerja konsumsi rumah tangga pada kuartal III akan membaik dengan target mendekati 0 persen. Pada kuartal II lalu, konsumsi rumah tangga terkontraksi 5,5 persen.

Konsumsi rumah tangga diperkirakan akan membaik pada kuartal III ini, seiring makin banyak dan beragamnya stimulus bantuan sosial yang telah dikucurkan pemerintah untuk mendorong demand dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Apalagi, pemerintah pada hari ini telah mencairkan gaji ke 13 bagi pegawai negeri sipil, prajurit TNI, anggota Polri hingga pensiunannya. Selain itu, ada stimulus subsidi gaji sebesar Rp 600 ribu per bulan, yang akan diberikan selama 4 bulan bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta yang memenuhi syarat.

“Pemerintah akan terus berusaha agar growth konsumsi di kuartal III paling tidak mendekati 0 persen, itu yang kami harapkan. Artinya, konsumsi rumah tangga pada kuartal II lalu yang terkontraksi  5,5 persen bisa dimitigasi dengan berbagi langkah tadi,” tuturnya dalam media briefing mengenai PEN serta gaji ke-13 pegawai negeri sipil, prajurit TNI, anggota Polri, hingga pensiunannya, di Jakarta, Senin (10/8).

Ia mengatakan bahwa stimulus pemulihan ekonomi nasional yang diberikan pemerintah perlu diperkuat keikutsertaan masyarakat untuk meningkatkan daya beli, untuk mendorong konsumsi rumah tangga.

2 Cara Dorong Konsumsi 
Menkeu menjelaskan lebih lanjut, pemerintah akan mendorong konsumsi rumah tangga dengan dua cara. Pertama, untuk kelompok bawah atau paling rentan, pemerintah akan menstimulasi konsumsi rumah tangga melalui tambahan bantuan untuk jaring pengaman sosial agar konsumsi dan daya beli  tidak merosot.

Sementara itu, untuk menggerakkan konsumsi pada kelompok menengah atas akan sangat bergantung pada tingkat rasa aman dan kepercayaan bahwa pandemi bisa segera teratasi. Oleh karena itu, untuk kelompok menengah atas, pemerintah akan fokus membangun kepercayaan dengan memutus rantai penyebaran virus dan akselerasi penanganan Covid-19.

“Pemerintah kan tidak dalam  tugas 100 persen akan memulihkan konsumsi. Sebab yang melakukan konsumsi itu, terutama kelompok menengah atas, tergantung confidence penanganan Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah melalui berbagai bansos dan intervensi lebih kepada menjaga kelompok masyarakat yang paling vulnerable, yang paling rendah agar, mereka tidak merosot daya belinya,” tuturnya.  

Ia berharap pemulihan ekonomi dan konsumsi rumah tangga dapat berlangsung bertahap. Hal ini seiring dengan pembukaan kegiatan aktivitas sosial ekonomi yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

“Paling tidak untuk kelompok vulnerable hampir sekitar 50-60 juta rumah tangga itu bisa di-cover tambahan (bantuan) pemerintah,” tuturnya.

 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN