Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menkeu Tegaskan Indonesia Tak Alami Resesi Teknikal

Rabu, 5 Agustus 2020 | 23:54 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 minus 5,32% secara tahunan atau year on year (yoy). Realisasi ini lebih dalam dibandingkan proyeksi pemerintah dan Bank Indonesia (BI) di kisaran 4,3% dan 4,8% (yoy).

Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa Indonesia tidak mengalami resesi teknikal, sebab pertumbuhan ekonomi dalam negeri baru pertama kali mengalami negatif di tahun ini. 

Oleh karena itu ia menegaskan bahwa untuk melihat suatu negara resesi atau tidak melalui pertumbuhan ekonomi secara tahunan bukan kuartalan.

Adapun jika secara teknikal, Indonesia disebut resesi teknikal karena pertumbuhan ekonomi secara quarter to quarter (q to q) pada kuartal II-2020 minus 4,19%, dan pada kuartal I-2020 perekonomian juga minus 2,41%.

 "Yang disebutkan tadi adalah growth quartal to quartal, biasanya dalam melihat resesi itu dari year-on-year untuk dua kuartal berturut-turut. Jadi dalam hal ini, kuartal II pertama kali ekonomi Indonesia mengalami kontraksi," tegas Sri Mulyani saat konferensi pers virtual KSSK, Rabu (5/8). 

Ia mengatakan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II akan dijadikan pemicu agar kuartal III dan IV tidak negatif atau bisa dihindarkan dari negative growth.

“Kalau kuartal III kita bisa hindarkan (dari pertumbuhan negatif), maka kita insyaallah secara teknikal tidak mengalami resesi," sambung dia. 

Dengan demikian, Menkeu memperkirakan Indonesia masih punya peluang untuk lolos dari resesi ekonomi dengan pemulihan ekonomi terjadi pada kuartal III dan IV.

"Kuartal III kita masih berharap growth-nya minimal nol persen atau positifnya di 0,5%, meski memang probabilitas negatif masih ada karena penurunan dari beberapa sektor tidak pulih secara cepat akan pulih kembali," jelasnya. 

Sementara untuk kuartal IV-2020 diperkirakan ekonomi berada di kisaran 3%. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan tahun ini sebesar nol persen hingga 1%. 

Di sisi lain, ia meminta bahwa menghindari zona negatif terus diupayakan pemerintah, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan memberikan relaksasi agar menimbulkan (geliat pada ekonomi).

“Kami berharap kepada dunia usaha dan stake holder bersama untuk pulihkan ekonomi bersama pulihkan perekonomian yang terdampak Covid-19,”jelasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN