Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara dalam konferensi pers APBN Kita edisi Desember 2019 di Aula Mezzanine Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta(19/12).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara dalam konferensi pers APBN Kita edisi Desember 2019 di Aula Mezzanine Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta(19/12).

FDI DAN BURSA BELUM TERPENGARUH

Menkeu: Virus Corona Membalik Optimisme Ekonomi Global 2020

Arnoldus Kristianus, Selasa, 28 Januari 2020 | 17:06 WIB

JAKARTA, investor.id – Pemerintah menilai, wabah penyakit akibat virus corona yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok, akan menimbulkan pesimisme terhadap perekonomian global. Hal ini tidak lepas posisi perekonomian Tiongkok yang memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian dunia.

“(Semula) pada 2020 ada optimisme, namun hanya dalam seminggu itu berbalik. Virus corona ini menimbulkan pesimisme yang menggulung ekonomi pada bulan Januari ini,” ucap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/1).

Menurut dia, 2020 sebenarnya berpotensi menjadi tahun pemulihan setelah pada 2019 terdapat banyak momentum yang memberatkan seperti perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok serta Brexit. Perjanjian dagang antara AS dan Tiongkok seharusnya berdampak baik untuk volume perdagangan serta pertumbuhan ekonomi global.

“Semua outlook menggambarkan dunia mengalami recovery pada 2020 dari sisi pertumbuhan maupun dari trade-nya. Karena, pada Desember 2019 terjadi pengumuman Tiongkok dan Amerika Serikat masuk agreement termin pertama. Ini menimbulkan dampak positif,” tutur Sri Mulyani.

Namun, optimisme akan terjadinya pemulihan perekonomian global itu berbalik ketika virus corona menyerang sehingga menimbulkan pesimisme bagi para pelaku pasar. Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan, jika dilihat dari pola musiman, Januari dengan momentum tahun baru Tiongkok, seharusnya menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi domestik di negara tersebut. Tetapi pada saat yang sama terjadi wabah penyakit virus corona.

“Biasanya Chinese New Year dianggap (sebagai) salah satu momentum Tiongkok bisa meningkatkan pertumbuhan ekonominya melalui faktor domestik yaitu konsumsi mereka (Tiongkok),” kata Sri Mulyani.

 

Belum Terpengaruh

Secara terpisah, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, virus corona belum berpengaruh secara signifikan terhadap investasi langsung (foreign direct investment/FDI) Tiongkok yang masuk ke Indonesia. Tetapi ia tidak menampik dampak dari virus ini juga menimbulkan kegelisahan bagi pengusaha domestik.

Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM. Sumber: BSTV
Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM. Sumber: BSTV

“Saya lihat, dampak investasi dari Tiongkok karena virus corona ini belum terlalu terlihat. Perlu kami sampaikan, bahwa realisasi investasi Tiongkok di Indonesia, pertumbuhannya sungguh luar biasa. Semoga corona tidak berdampak terhadap realisasi investasi Tiongkok di Indonesia," ujar Bahlil di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (28/1).

Menurut dia, realisasi investasi Tiongkok di Indonesia masih sangat tinggi, bahkan menjadi investor terbanyak ke dua, setelah Jepang. Kendati demikian, BKPM tetap akan memantau perkembangan dan seberapa besar dampak dari penyebaran virus corona tersebut. "Pada Januari, tren realisasi investasi Tiongkok masih normal. Nanti akan kami ukur lagi pada akhir Februari. Karena kalaupun berpengaruh, akan ada di akhir periode," ucap Bahlil.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menyampaikan, virus corona belum berpengaruh terhadap kondisi pasar modal Indonesia. Pihaknya menilai, virus corona akan memberikan dampak jangka pendek, namun tidak akan memberikan pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi domestik.

"Virus corona itu, mungkin akan mempengaruhi (pasar modal), tetapi dalam jangka pendek saja. Ini juga baru pertama kali, kalau sebelumnya ada virus flu burung, SARS, dan lainnya. Kalau kita lihat historical, pengaruhnya akan ada, tetapi secara jangka panjang mudah-mudahan tidak ada," ucap Inarno.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN